OJK Pilih Jajaran Direksi Baru BEI, Fokus Perkuat Tata Kelola dan Pasar Modal Nasional

4 hours ago 3

Warga mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 245 poin atau 4,20 persen ke level 5.595, hal tersebut memperpanjang tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan nama-nama calon anggota Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode jabatan 2026-2030. Penetapan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tata kelola dan pengembangan pasar modal Indonesia di tengah meningkatnya aktivitas investasi domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, nama-nama yang telah ditetapkan selanjutnya akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.

"Iya benar, sesuai dengan surat OJK yang disampaikan ke direksi BEI," ujar Hasan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

OJK menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI. Saat ini Jeffrey menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI.

Untuk mendampingi Jeffrey, OJK menetapkan Saidu Solihin sebagai Direktur Penilaian Perusahaan dan Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.

Selain itu, Yulianto Aji Sadono ditetapkan sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan, Abdul Munim sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, serta Iding Pardi sebagai Direktur Pengembangan. Saat ini, Iding menjabat sebagai Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Sementara itu, Umi Kulsum ditetapkan sebagai Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum.

Penetapan jajaran direksi baru tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan pasar modal nasional, termasuk peningkatan likuiditas perdagangan, perlindungan investor, transformasi digital, serta penguatan daya saing bursa di tengah dinamika ekonomi global.

Adapun ketujuh nama tersebut akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan dalam RUPST BEI Tahun 2026 yang akan digelar pada Senin (29/6/2026).

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research