Pengunjung mengamati artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat pada pameran Artefak Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat di Gedung Laga Satria, Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (22/2/2026). Pameran gratis bagi masyarakat yang digelar selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah ini menampilkan sekitar 75 artefak yang diklaim sebagai peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat, mulai dari perlengkapan perang dan tongkat hingga rambut dan janggut Nabi. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana wisata edukasi sejarah Islam di bulan suci Ramadhan.
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad Julijanto, Ketua Prodi Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, Sekretaris PDM Kabupaten Wonogiri
الحمد لله، الحمد لله الذي أنعم علينا بنعمة الإيمان والإسلام، وجعلنا من أمة سيد الأنام، محمدٍ صلى الله عليه وسلم، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa memanjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan rahmat-Nya kita masih diberi nafas kehidupan, kesehatan, kekuatan, dan akal pikiran yang sehat. Semua itu adalah nikmat besar yang memungkinkan kita berperan di tengah masyarakat, beribadah, dan menambah kualitas iman serta takwa kita.
Iman adalah bekal sejati dalam perjalanan hidup. Ia yang menggetarkan hati, menuntun jiwa, dan menjaga kita dari perbuatan dosa. Orang beriman akan merasa rugi bila melakukan kemungkaran, merasa berdosa bila menyia-nyiakan waktu, dan merasa bersalah bila melanggar aturan Allah. Bahkan nikmat kecil seperti terlepasnya duri dari kulit pun menjadi alasan untuk bersyukur.
Marilah kita bershalawat kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Beliau adalah teladan sempurna dalam akhlak, perilaku, dan kepemimpinan. Allah berfirman dalam surat Al-An’am ayat 162-163:
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri.”
Segala aktivitas kita harus bermuara kepada Allah. Mau sebesar apapun prestasi, atau seburuk apapun dosa, semuanya akan kembali kepada Allah dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

4 hours ago
2
















































