Nama Zayn Malik Muncul di Dokumen Epstein, Disebut Artis Anti-Israel

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama musisi Zayn Malik tercantum dalam arsip pribadi Jeffrey Epstein yang baru-baru ini dibuka ke publik. Arsip berjudul "Anti-Israel celebrities and their brands" tersebut menunjukkan adanya pemetaan sistematis untuk menghancurkan karier selebritas yang membela Palestina.

Dokumen tersebut berasal dari 2014, yang menjadi titik meningkatnya pernyataan politik dari sejumlah selebritas. Pada tahun itu, Zayn Malik mengunggah pernyataan singkat #FreePalestine melalui media sosial.

Menurut isi arsip Epstein, pernyataan tersebut tidak hanya dipantau, tetapi juga ditandai untuk mendapat "pembalasan komersial". Sponsor, studio, dan mitra bisnis turut ditulis dalam daftar, demikian seperti dilansir laman Roya News, Jumat (6/2/2025).

Selain Malik, selebritas lain yang masuk dalam daftar ini antara lain artis peraih Oscar Emma Thompson, musisi Stevie Wonder, Roger Waters dari Pink Floyd, Penelope Cruz, Javier Bardem, Russell Brand, Dustin Hoffman, serta aktor Danny Glover. Dokumen tersebut menyoroti bagaimana merek kerap digunakan sebagai alat untuk membungkam selebritas. Dengan mencantumkan sponsor dan kontrak endorsement, pihak di balik email itu menekan studio dan sponsor menjauh dari selebritas yang dianggap "kontroversial".

Email-email dalam arsip Epstein mengungkapkan pemantauan terhadap sikap pro Palestina bukan tindakan sporadis, melainkan bagian dari sistem yang lebih luas. Tokoh-tokoh berpengaruh disebut tidak hanya mencatat apa yang diucapkan selebritas, tetapi juga siapa yang mendukung mereka secara finansial.

Catatan dalam arsip menunjukkan, pada 2014 sejumlah aktor papan atas menghadapi tekanan besar dan dipaksa mengeluarkan klarifikasi publik setelah dituduh bias. Klarifikasi tersebut secara luas dipahami sebagai langkah defensif untuk menyelamatkan karier dari serangan terkoordinasi di balik layar.

Keberadaan daftar ini dalam arsip pribadi Epstein menunjukkan bahwa pemantauan dan penekanan terhadap suara pro Palestina menjadi perhatian serius di lingkaran penguasa global. Temuan ini menguatkan keyakinan bahwa risiko yang dihadapi selebritas bukan semata akibat opini publik, melainkan hasil perhitungan terstruktur dari mereka yang memegang kendali industri.

Seperti diberitakan sebelumnya, dokumen Epstein merupakan file resmi yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada Jumat (30/1/2026). DOJ merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen tambahan terkait kasus Jeffrey Epstein, termasuk 2.000 video dan 180 foto. Dengan tambahan ini, total dokumen yang dipublikasikan hampir mencapai 3,5 juta halaman, sesuai Epstein Files Transparency Act yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada 19 November 2025.

Berkas ini membuka catatan panjang jaringan perdagangan seks dan penyalahgunaan anak yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein. Selain itu, file yang dirilis juga mengungkap percakapan elite global termasuk soal isu Palestina dan pandemi. Epstein merupakan seorang miliarder yang telah dihukum karena kejahatan seksual dan didakwa kembali oleh jaksa federal pada 2019 atas tuduhan perdagangan seksual, namun ia ditemukan tewas di sel tahanannya sebelum diadili.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research