Musim Mudik Datang, Sektor Transportasi Siap Tancap Gas

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor transportasi baik yang melayani angkutan penumpang sampai logistik diproyeksi bakal mendapat cuan lebih di musim Ramadan 2026, terutama mendekati mudik lebaran.

Tradisi mudik yang selalu menjadi puncak mobilitas masyarakat Indonesia setiap tahun kembali menjadi katalis penting bagi industri transportasi.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143-144 juta orang yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.

Angka tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang masih sangat besar meskipun kondisi daya beli sedang menghadapi tekanan. Para pengamat transportasi menilai bahwa mudik merupakan kebutuhan kultural yang kuat di Indonesia sehingga pergerakan masyarakat cenderung tetap tinggi setiap tahunnya.

Besarnya pergerakan ini tentu menjadi peluang bagi perusahaan transportasi darat, laut, hingga udara.

Selain peningkatan jumlah penumpang, arus kendaraan pribadi juga diperkirakan meningkat signifikan. Bahkan operator jalan tol memproyeksikan sekitar 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek selama periode mudik Lebaran 2026.

Tidak hanya sektor transportasi penumpang, industri logistik juga ikut menikmati momentum Ramadan dan Lebaran. Aktivitas belanja masyarakat yang meningkat menjelang hari raya mendorong lonjakan pengiriman paket.

Asosiasi logistik memperkirakan volume pengiriman paket selama Ramadan dapat tumbuh sekitar 10-20% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh transaksi e-commerce, pengiriman parsel Lebaran, hingga kebutuhan makanan dan fesyen.

Di beberapa perusahaan ekspedisi, lonjakan bahkan bisa lebih tinggi. Pada periode mendekati Lebaran, volume pengiriman paket diproyeksikan meningkat 30% hingga 50% dibandingkan hari biasa, dengan puncaknya terjadi setelah pencairan THR ketika aktivitas belanja masyarakat melonjak.

Laporan Jakpat Consumer & Commerce Outlook 2026 menunjukkan bahwa perilaku belanja masyarakat semakin bergeser ke ranah digital.

Sebanyak 95% konsumen berusia 17-55 tahun kini tercatat lebih memilih melakukan transaksi melalui platform online. Tidak hanya itu, sekitar 88% responden bahkan menjadikan e-commerce sebagai saluran utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga produk gaya hidup.

Temuan ini juga sejalan dengan data Nielsen per 2025, yang mencatat bahwa pengeluaran rumah tangga selama periode Ramadan meningkat hingga sekitar 1,2 kali dibandingkan periode normal.

Peningkatan konsumsi tersebut sebagian besar dipicu oleh maraknya program promosi serta penawaran harga yang dinilai lebih menarik dibandingkan belanja melalui kanal konvensional.

Beberapa perusahaan transportasi dan logistik yang digadang bakal menerima berkah Ramadan diantaranya sebagai berikut:

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research