MSCI Beri Catatan untuk Pasar Modal Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Berlanjut

2 hours ago 4

Pekerja berada di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (22/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan melanjutkan berbagai reformasi untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia. Langkah itu dilakukan menyusul hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menyoroti sejumlah aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, hasil tinjauan MSCI menunjukkan sebagian besar aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, terdapat sejumlah catatan yang menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan.

"OJK mencermati hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026, yang menunjukkan bahwa secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, namun juga ada catatan untuk arah perbaikan pasar modal ke depan," kata Hasan dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Berdasarkan hasil penilaian MSCI, 10 dari 18 kriteria memperoleh nilai "++" yang menunjukkan kesesuaian dengan praktik terbaik global. Sementara enam kriteria memperoleh nilai "+" dan masih memerlukan peningkatan.

Adapun dua kriteria yang masih mendapat penilaian negatif yaitu Information Flow pada segmen Market Infrastructure dan Foreign Exchange Market Liberalization Level. Menurut Hasan, masukan terkait Information Flow sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang sedang dijalankan OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta pelaku industri.

"Terkait aspek Information Flow, kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dijalankan," ujar Hasan.

OJK juga mencatat adanya pengakuan MSCI terhadap sejumlah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia, termasuk berkurangnya catatan terkait liberalisasi pasar valuta asing. Meski demikian, aspek tersebut masih dinilai memerlukan perbaikan lebih lanjut.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research