Mirip Indonesia, 7 Negara Ini Juga Punya Tradisi Mudik

12 hours ago 7

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

18 March 2026 13:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Perjalanan pulang ke kampung halaman menjelang hari raya identik dengan Indonesia. Setiap tahun jutaan orang meninggalkan kota-kota besar menuju daerah asal untuk berkumpul dengan keluarga. Pola mobilitas serupa ternyata muncul di sejumlah negara lain. Momentum keagamaan atau festival tradisional sering memicu arus perjalanan besar dalam waktu singkat.

CNBC Indonesia Research merangkum beberapa negara yang memiliki kebiasaan serupa. Waktu pelaksanaannya berbeda-beda, mengikuti kalender budaya dan agama masing-masing. Tujuannya relatif sama: berkumpul dengan keluarga, melakukan ritual, serta menjaga hubungan sosial di kampung halaman.

1. China

China memiliki salah satu mobilitas pulang kampung terbesar di dunia saat perayaan Tahun Baru Imlek. Periode ini dikenal sebagai Chunyun, musim perjalanan yang berlangsung beberapa minggu di sekitar pergantian tahun lunar. Jutaan pekerja migran yang bekerja di kota besar kembali ke daerah asal.

Perayaan Imlek sendiri berlangsung selama 15 hari dan berakhir dengan festival Cap Go Meh. Rumah-rumah dihias dengan lentera merah dan gulungan kaligrafi yang dipercaya membawa keberuntungan. Barongsai, pembagian angpao, serta jamuan keluarga menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan.

Arus perjalanan saat Imlek melibatkan hampir seluruh moda transportasi. Kereta cepat, pesawat, hingga jalan tol mengalami lonjakan penumpang. Mobilitas ini sering dianggap sebagai migrasi tahunan terbesar di dunia.

 the world's biggest annual human migration. (AP Photo/Mark Schiefelbein)Foto: Penumpang menunggu untuk berangkat dengan kereta api mereka di Stasiun Kereta Api Beijing di Beijing, Jumat 17 Januari 2020. (Foto AP / Mark Schiefelbein)
A traveler rests on his suitcase in a waiting room at the Beijing Railway Station in Beijing, Friday, Jan. 17, 2020. As the Lunar New Year approached, Chinese travelers flocked to train stations and airports Friday to take part in a nationwide ritual: the world's biggest annual human migration. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

China juga memiliki populasi Muslim sekitar 18 juta orang. Komunitas tersebut banyak berada di wilayah Xinjiang dan Yunnan. Meski perayaan Idul Fitri tetap dijalankan, skala perjalanan terbesar tetap terjadi pada periode Imlek.

2. Malaysia

Malaysia mengenal istilah Balik Kampung untuk menyebut perjalanan pulang ke daerah asal menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini sangat dekat dengan kebiasaan masyarakat Indonesia karena kesamaan latar budaya Melayu.

Pergerakan masyarakat biasanya mulai terasa sekitar satu minggu sebelum Idul Fitri. Kota-kota besar seperti Kuala Lumpur atau Johor Bahru mengalami penurunan aktivitas karena banyak warga pulang ke desa.

Kegiatan utama selama Balik Kampung berpusat pada keluarga. Warga mengunjungi orang tua, meminta maaf, dan merayakan hari raya bersama. Rumah-rumah keluarga di desa kembali ramai setelah sebagian besar anggota keluarga tinggal di kota sepanjang tahun.

3. Bangladesh

Bangladesh memiliki populasi Muslim sekitar 85% dari total penduduk. Idul Fitri menjadi salah satu momentum perjalanan terbesar di negara tersebut.

Menjelang hari raya, warga yang bekerja di ibu kota Dhaka berbondong-bondong kembali ke kampung halaman. Kepadatan penumpang sering terjadi di stasiun kereta dan terminal feri.

Menurut catatan Banglapedia, antrean panjang sering terlihat di berbagai titik transportasi utama. Banyak warga menempuh perjalanan berjam-jam bahkan berhari-hari demi merayakan Idul Fitri bersama keluarga di desa.

4. Turki

Di Turki, perjalanan pulang ke kampung halaman terjadi saat Idul Fitri yang dikenal sebagai Seker Bayrami. Istilah ini berasal dari kata seker yang berarti manisan dan bayram yang berarti hari raya.

Perayaan ini telah berlangsung sejak era Kekaisaran Ottoman pada abad ke-18. Hidangan manis seperti cokelat, permen, dan roti khas menjadi sajian utama ketika keluarga berkumpul.

Selain mengunjungi kerabat, masyarakat Turki juga banyak melakukan ziarah ke makam keluarga. Aktivitas tersebut membuat pasar bunga ramai menjelang hari raya karena banyak orang membeli rangkaian bunga untuk dibawa ke pemakaman.

5. Korea Selatan

Korea Selatan memiliki festival keluarga besar bernama Chuseok atau Hangawi. Perayaan ini berlangsung pada hari ke-15 bulan kedelapan kalender lunar, biasanya jatuh pada musim gugur.

Chuseok dikenal sebagai masa panen sekaligus momen keluarga berkumpul. Warga kota kembali ke kampung halaman untuk melakukan ritual penghormatan kepada leluhur.

Passengers wearing face masks to help protect against the spread of the coronavirus line up to board planes ahead of the upcoming Chuseok holiday, the Korean version of Thanksgiving Day, at the domestic flight terminal of Gimpo airport in Seoul, South Korea, Wednesday, Sept. 30, 2020. (AP Photo/Ahn Young-joon)Foto: Penumpang bersiap berpergian menjelang liburan Chuseok di terminal penerbangan domestik bandara Gimpo di Seoul, Korea Selatan, Rabu (30/9/2020).. (AP / Ahn Young-joon)
Passengers wearing face masks to help protect against the spread of the coronavirus line up to board planes ahead of the upcoming Chuseok holiday, the Korean version of Thanksgiving Day, at the domestic flight terminal of Gimpo airport in Seoul, South Korea, Wednesday, Sept. 30, 2020. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Hidangan khas festival ini adalah songpyeon, kue beras berbentuk setengah bulan yang diisi kacang atau wijen. Selain itu ada berbagai makanan tradisional seperti jeon, japchae, manduguk, galbitang, dan galbijim.

Perayaan juga diiringi kebiasaan saling memberi hadiah. Kerabat, rekan kerja, hingga mitra bisnis sering menerima bingkisan makanan atau produk rumah tangga selama periode Chuseok.

6. Mesir

Mesir juga mengenal perjalanan pulang kampung, meskipun waktunya berbeda dengan Indonesia. Idul Fitri di negara ini sering dirayakan dengan kegiatan di kota tempat tinggal masing-masing.

Perjalanan keluarga dalam skala besar lebih sering terjadi pada libur panjang lain sepanjang tahun. Warga memanfaatkan masa libur untuk pulang ke kota asal atau mengunjungi keluarga besar.

Tradisi menjelang Idul Fitri di Mesir tetap memiliki kemiripan dengan Indonesia. Banyak keluarga membeli pakaian baru, membersihkan rumah, serta menyiapkan berbagai kue manis untuk disantap setelah salat Id.

7. India

India memiliki festival besar bernama Diwali atau Deepavali. Festival ini berlangsung selama lima hari pada bulan Oktober atau November menurut kalender Hindu.

Diwali berkaitan dengan kisah kepulangan Dewa Rama bersama istrinya Sinta Devi setelah masa pengasingan selama 14 tahun. Kota dan desa dihiasi lampu serta lentera sebagai simbol kemenangan cahaya atas kegelapan.

Rumah-rumah menyalakan lampu minyak dari tanah liat yang disebut diyas. Jalanan dipenuhi cahaya lampion dan pesta kembang api.

Lanterns are displayed for sale as people shop ahead of Diwali festival in Mumbai, India, Thursday, Nov.12, 2020. India's tally of coronavirus cases is currently the second largest in the world behind the United States. The government warns that the situation can worsen due to people crowding markets for festival shopping. (AP Photo/Rajanish Kakade)Foto: Lentera dipajang untuk dijual saat orang berbelanja menjelang festival Diwali di Mumbai, India, Kamis, 12 November 2020. (AP Photo/Rajanish Kakade)
Lanterns are displayed for sale as people shop ahead of Diwali festival in Mumbai, India, Thursday, Nov.12, 2020. India's tally of coronavirus cases is currently the second largest in the world behind the United States. The government warns that the situation can worsen due to people crowding markets for festival shopping. (AP Photo/Rajanish Kakade)

India merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Komunitas Muslim mencapai sekitar 14,5% dari populasi. Perayaan Idul Fitri juga berlangsung meriah di berbagai kota, termasuk perjalanan pulang kampung bagi mereka yang bekerja jauh dari daerah asal.

Fenomena perjalanan massal saat hari raya memperlihatkan pola sosial yang hampir serupa di banyak negara. Kota menjadi pusat pekerjaan, sementara kampung halaman tetap menjadi tempat berkumpul ketika kalender budaya memasuki momen penting.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research