Presiden RI Prabowo Subianto berbincang dengan Menlu Turki Hakan Fidan di kediaman Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan mengatakan pada Rabu (3/6/2026), pertemuannya di Indonesia sangat produktif. Hal itu mencakup berbagai isu mulai dari kerja sama pertahanan dan energi hingga kecerdasan buatan dan industri makanan halal.
Dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosial NSosyal setelah kunjungan resminya, Fidan mencatat diskusi dengan Presiden RI dan Menlu RI Sugiono berfokus pada kerja sama yang sedang berlangsung dan inisiatif bersama pada masa depan antara kedua negara. Indonesia adalah negara kedua yang dikunjungi Fidan, setelah dari Singapura
"Setelah kunjungan kami ke Singapura, pertemuan hari ini di mitra strategis kami, Indonesia, sangat produktif dalam hal memajukan agenda multidimensional kami," kata Fidan dikutip dari Daily Sabah.
Menurut Fidan, pembicaraan tersebut membahas kerja sama di industri pertahanan, transportasi, energi, kecerdasan buatan, dan sektor makanan halal, serta langkah-langkah yang dapat lebih memperkuat hubungan bilateral. Dia mengatakan, kedua belah pihak juga meninjau proyek-proyek yang bertujuan untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 180 triliun.
Angka itu telah ditetapkan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prabowo saat keduanya bertemu beberapa waktu lalu. "Kami mengevaluasi secara detail proyek-proyek yang akan membantu kami mencapai target volume perdagangan 10 miliar dolar AS," kata Fidan.
Dia melanjutkan, visi yang ditunjukkan oleh kedua pemerintah menunjukkan kesiapan mereka untuk mengejar kerja sama yang lebih konkret dan efektif pada masa mendatang. Pada April 2025, Presiden Erdogan mencatat bahwa mereka membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan volume perdagangan hingga target 10 miliar dolar AS secara seimbang dan saling menguntungkan.
Sementara Presiden Prabowo memuji peran Ankara dalam urusan regional dan mengatakan Indonesia ingin ikut serta dalam proyek jet tempur KAAN dan kapal selam. Adapun kapal selam nasional yang sedang dibangun Turki adalah kelas Reis.
"Saya mengundang perusahaan-perusahaan Turki untuk berinvestasi. Sebagai pemimpin Global Selatan dan mitra strategis, Indonesia dan Turki harus memikul tanggung jawab untuk membentuk tatanan global baru," kata Prabowo kepada Fidan, dan menambahkan, "Indonesia tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek KAAN dan kapal selam."

3 hours ago
1













































