Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
09 March 2026 15:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Cadangan uranium Iran kembali menjadi perhatian dunia di tengah berkecamuknya perang Iran.
Laporan terbaru dari International Atomic Energy Agency (IAEA) mengungkap bahwa negara tersebut memiliki uranium yang telah diperkaya hingga tingkat 60%.
Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang mempertimbangkan operasi darat berisiko tinggi untuk mengamankan persediaan uranium Iran yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk mengerahkan pasukan khusus di darat guna merebut uranium Iran yang hampir mencapai tingkat grade senjata nuklir, seiring meningkatnya kekhawatiran para pejabat bahwa persediaan tersebut mungkin telah dipindahkan. Hal ini disampaikan oleh tiga pejabat diplomatik yang mengetahui pembahasan tersebut.
Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyerang fasilitas nuklir utama Iran selama perang 12 hari pada Juni lalu.
Ketidakpastian mengenai uranium Iran yang telah diperkaya tinggi semakin meningkat karena sudah hampir sembilan bulan sejak para inspektur atom Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terakhir kali memverifikasi lokasi uranium tersebut, kata para pejabat itu. Mereka berbicara dengan syarat anonim karena membahas pertimbangan yang bersifat terbatas.
Mengapa Uranium Menjadi Perhatian Internasional?
Uranium dengan kadar sekitar 90% umumnya dikategorikan sebagai uranium tingkat senjata (weapons-grade uranium). Karena itu, uranium dengan pengayaan hingga 60% dianggap berada pada tingkat yang sangat sensitif secara teknis.
Uranium juga merupakan bahan bakar utama dalam teknologi energi nuklir. Uranium digunakan dalam reaktor nuklir untuk menghasilkan listrik melalui proses fisi nuklir yang mampu menghasilkan energi dalam jumlah besar.
Energi nuklir digunakan oleh sejumlah negara karena mampu menghasilkan listrik dalam skala besar dengan emisi karbon yang relatif rendah dibandingkan sumber energi fosil.
Produksi Tambang Uranium
Data dari World Nuclear Association menunjukkan produksi uranium dunia dari tambang berasal dari Kazakhstan yang memproduksi uranium terbesar dari tambang atau 39% dari pasokan dunia, diikuti oleh Kanada sebesar 24% dan Namibia sebesar 12%.
Negara-negara tersebut menyumbang sebagian besar pasokan uranium global yang digunakan oleh pembangkit listrik tenaga nuklir di berbagai negara.
Reaksi Amerika Serikat terhadap Uranium Iran
Para pejabat AS juga menyatakan bahwa uranium dengan kadar 60% tersebut dapat diperkaya menjadi tingkat senjata dalam waktu relatif singkat, sehingga stok uranium tersebut menjadi perhatian utama dalam kebijakan keamanan Amerika Serikat.
Amerika Serikat masih mempertimbangkan kemungkinan operasi khusus untuk mengamankan uranium Iran yang telah diperkaya tinggi. Opsi yang dibahas termasuk pengerahan pasukan khusus guna menyita material tersebut. Namun Reuters mencatat bahwa laporan mengenai rencana tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan masih berada pada tahap pembahasan internal pemerintah AS.
Apa Kegunaan Uranium?
Uranium merupakan unsur logam radioaktif yang memiliki peran strategis di berbagai sektor, mulai dari energi, militer, hingga penelitian ilmiah. Mineral ini menjadi salah satu komoditas penting dunia karena kemampuannya menghasilkan energi dalam jumlah sangat besar.
Berikut kegunaan utama uranium:
1. Bahan Bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
Penggunaan paling utama uranium adalah sebagai bahan bakar reaktor nuklir untuk menghasilkan listrik.
Dalam prosesnya, uranium diperkaya untuk meningkatkan kandungan uranium-235, isotop yang dapat mengalami reaksi fisi nuklir. Ketika atom uranium terbelah, energi panas dalam jumlah besar dilepaskan.
Panas tersebut digunakan untuk memanaskan air hingga menghasilkan uap yang kemudian memutar turbin pembangkit listrik.
Sebagai gambaran, satu pelet uranium seukuran ujung jari mampu menghasilkan energi yang setara dengan sekitar 1 ton batu bara.
Banyak negara seperti Amerika Serikat, Prancis, China, hingga Korea Selatan mengandalkan energi nuklir berbahan uranium untuk memasok listrik nasional.
2. Bahan Baku Senjata Nuklir
Selain untuk energi, uranium juga digunakan dalam pembuatan senjata nuklir.
Jenis yang digunakan adalah highly enriched uranium (HEU), yaitu uranium yang diperkaya hingga sekitar 90% kandungan uranium-235.
Material ini pernah digunakan dalam bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945. Karena potensi destruktifnya, perdagangan dan pengayaan uranium diawasi ketat oleh badan internasional seperti International Atomic Energy Agency (IAEA).
3. Sumber Energi Kapal Selam dan Kapal Induk Nuklir
Uranium juga menjadi bahan bakar reaktor nuklir pada kapal militer, seperti kapal selam nuklir dan kapal induk.
Teknologi ini memungkinkan kapal beroperasi dalam waktu sangat lama tanpa perlu mengisi bahan bakar, bahkan hingga berbulan-bulan di laut.
Keunggulan tersebut memberikan daya jelajah yang jauh lebih panjang dibandingkan kapal berbahan bakar konvensional.
4. Penelitian, Medis, dan Industri
Di luar sektor energi dan militer, uranium juga digunakan dalam berbagai bidang penelitian dan industri.
Beberapa di antaranya adalah bahan bakar reaktor riset untuk eksperimen ilmiah, produksi isotop medis untuk diagnosis dan terapi penyakit seperti kanker, serta radiografi industri untuk mendeteksi retakan pada logam.
(mae/mae)
Addsource on Google














































