Mengapa Tidak Semua Harga BBM Nonsubsidi Turun? Ini Penjelasannya

8 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) menegaskan harga Pertamax ditetapkan mengacu pada formula yang diatur pemerintah, perkembangan harga minyak dunia, serta mempertimbangkan daya beli masyarakat. Penjelasan itu disampaikan menyusul pertanyaan mengenai harga Pertamax yang masih bertahan di kisaran Rp 16.000 per liter ketika sejumlah BBM nonsubsidi lain mengalami penurunan per 1 Juli 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan penyesuaian harga BBM dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Penetapan harga mengacu pada regulasi pemerintah dengan mempertimbangkan dinamika pasar energi global.

"Seperti yang kita dapatkan di dalam peraturan menteri mengenai pola perhitungan BBM. Kami mengikuti prosedur tersebut. Apa yang terjadi pada 1 Juli berdasarkan aturan, ketentuan, dan juga harga minyak dunia tentunya," kata Baron saat ditemui seusai peluncuran Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Baron menambahkan kemampuan atau daya beli masyarakat juga menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam penetapan harga BBM. Pertimbangan tersebut menjadi salah satu faktor dalam evaluasi berkala penyesuaian harga BBM.

Per 1 Juli 2026, Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi. Produk yang mengalami penurunan harga meliputi Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan avtur, sedangkan harga Pertamax tidak mengalami perubahan.

"Komponen dari kemampuan atau daya beli masyarakat tentu tetap menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menetapkan harga," ujar Baron.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan hasil evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku. Evaluasi tersebut mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia, aspek fiskal, serta kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat.

Melalui evaluasi yang berlaku mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB, harga Pertamax Turbo turun dari Rp 20.750 menjadi Rp 19.300 per liter. Pertamina Dex turun dari Rp 24.800 menjadi Rp 21.150 per liter, Dexlite turun dari Rp 23.000 menjadi Rp 19.700 per liter, sedangkan harga avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta turun dari Rp 22.190 menjadi Rp 19.190 per liter sebelum pajak.

Dalam kesempatan yang sama, Baron mengatakan Pertamina juga terus memantau kemungkinan perubahan pola konsumsi masyarakat setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Pertamina masih mengumpulkan data mengenai potensi peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite.

"Kalau shifting atau kegiatan perubahan dari pengguna, sebenarnya ini memang kami terus pantau. Kami terus pantau sehingga dalam penyalurannya sendiri kami melihat bagaimana kami menyalurkan BBM nonsubsidi dan BBM subsidi tersebut," katanya.

Pertamina menyatakan evaluasi dan penyesuaian harga BBM akan terus dilakukan sesuai regulasi serta perkembangan pasar energi. Perusahaan juga memastikan penyaluran energi kepada masyarakat tetap terjaga dengan mempertimbangkan keberlanjutan pasokan dan kondisi perekonomian nasional.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research