Warga mengambil elpiji 3 kilogram saat operasi pasar elpiji di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (2/7/2026). Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara mencatat tingkat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada Juni 2026 sebesar 4,68 persen yang disebabkan salah satunya berasal dari komoditas bahan bakar rumah tangga yakni elpiji sebesar 0,34 persen akibat langkanya elpiji 3 kilogram selama bulan Juni 2026 yang menyebabkan kenaikan harga 2-3 kali lipat. (FOTO : ANTARA FOTO/ Andry Denisah)
Petugas menata elpiji 3 kilogram saat operasi pasar elpiji di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (2/7/2026). Kelangkaan elpiji 3 kilogram membuat harga di tingkat pengecer melonjak hingga dua sampai tiga kali lipat. Kondisi tersebut menambah beban pengeluaran warga untuk kebutuhan sehari-hari. (FOTO : ANTARA FOTO/ Andry Denisah)
Petugas melayani warga menukar elpiji 3 kilogram saat operasi pasar elpiji di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (2/7/2026). Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara mencatat inflasi tahunan (year-on-year) pada Juni 2026 mencapai 4,68 persen. Salah satu penyumbang inflasi berasal dari komoditas bahan bakar rumah tangga, termasuk elpiji 3 kilogram yang mengalami kelangkaan. (FOTO : ANTARA FOTO/ Andry Denisah)
REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Warga mengambil elpiji 3 kilogram saat operasi pasar elpiji di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (2/7/2026).
Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara mencatat tingkat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada Juni 2026 sebesar 4,68 persen yang disebabkan salah satunya berasal dari komoditas bahan bakar rumah tangga yakni elpiji sebesar 0,34 persen akibat langkanya elpiji 3 kilogram selama bulan Juni 2026 yang menyebabkan kenaikan harga 2-3 kali lipat.
sumber : Antara Foto

2 hours ago
1













































