Anugerah Proper 2025
Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
08 April 2026 14:35
Jakarta, CNBC Indonesia - ESSA Industries Indonesia Tbk mulai serius mengintegrasikan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dalam strategi bisnisnya. Langkah ini menjadi krusial mengingat sektor energi dan kimia menghadapi tekanan besar terkait isu emisi karbon serta transisi menuju energi bersih.
Keseriusan ESSA dalam memperbaiki iklim bisnis yang lebih berkelanjutan dianugerahi penghargaan hijau pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Dari sisi lingkungan (environmental), ESSA mendorong pengembangan blue ammonia dan green ammonia. Blue ammonia diproduksi dari gas dengan dukungan teknologi penangkapan karbon (CCUS), sementara green ammonia berbasis energi terbarukan. Amonia sendiri kini dipandang sebagai bahan bakar masa depan sekaligus carrier hidrogen, yang berperan penting dalam dekarbonisasi global.
Selain itu, perusahaan juga meningkatkan efisiensi operasional pabrik amonia dan LPG, menekan intensitas emisi karbon, serta memperkuat pengelolaan limbah dan air. Strategi ini tidak hanya bertujuan memenuhi regulasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya dan memenuhi standar ESG global.
Meski masih berbasis gas, ESSA memposisikan gas sebagai energi transisi menuju net-zero, mengingat emisinya lebih rendah dibanding batu bara.
Dari sisi sosial, ESSA menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional, mulai dari pendidikan, pelatihan kerja, hingga pengembangan UMKM. Di sektor yang berisiko tinggi seperti industri kimia, perusahaan juga menekankan budaya keselamatan kerja dengan target zero accident serta penerapan standar keselamatan internasional.
Sementara itu, dalam aspek tata kelola (governance), ESSA memperkuat transparansi melalui pelaporan ESG dan sustainability report, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi OJK dan standar global.
Perusahaan juga aktif mengelola berbagai risiko, mulai dari volatilitas harga energi, regulasi karbon, hingga dinamika geopolitik yang mempengaruhi pasokan gas.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan bahan kimia industri nasional, ESSA memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain strategis di sektor energi dan kimia Indonesia.
Perusahaan ini mengandalkan dua lini bisnis utama yaitu penyulingan liquefied petroleum gas (LPG) dan produksi amoniak yang menjadi fondasi pertumbuhan sekaligus kontribusi terhadap ketahanan energi domestik.
Dengan fasilitas kilang LPG di Palembang serta produksi amoniak di Banggai, Sulawesi Tengah, ESSA menempatkan keberlanjutan sebagai inti operasionalnya, seiring komitmen terhadap standar lingkungan, ekonomi, dan tata kelola (ESG) yang semakin ketat.
Aspek Keberlanjutan
Pada 2024, PT ESSA Industries Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keberlanjutan yang menunjukkan perbaikan signifikan di berbagai aspek lingkungan.
Dari sisi efisiensi energi, Perseroan membukukan total efisiensi absolut sebesar 747.580,1 GJ, dengan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) untuk produksi amonia yang tetap stabil di level 0,4 tCO₂e per ton dalam tiga tahun terakhir. Upaya dekarbonisasi juga tercermin dari total penurunan emisi GRK sebesar 89.575 tCO₂e sepanjang tahun berjalan.
Foto: Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (Dok. PT ESSA Industries Indonesia)
Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (Dok. PT ESSA Industries Indonesia)
Aksi Nyata ESSA Group: 325 Burung Maleo Dilepasliarkan, Sumbang 11% Populasi Liar
Inisiatif konservasi yang dijalankan oleh ESSA Group sejak 2019 menunjukkan dampak signifikan terhadap pelestarian satwa endemik. Perusahaan tercatat telah melepasliarkan sebanyak 325 burung Maleo ke habitat aslinya di Sulawesi, atau setara dengan sekitar 11% dari total populasi Maleo di alam liar.
Upaya konservasi burung Maleo merupakan contoh konkret bagaimana perusahaan dapat berperan aktif dalam menjaga ekosistem sekaligus mendukung pengembangan ilmu konservasi.
ESSA menunjukkan bahwa kontribusi sektor swasta dapat menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan konservasi nasional, sekaligus menciptakan dampak berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
Foto: ESSA
Program pro-lingkungan ESSA
Di sisi pengelolaan limbah, ESSA berhasil menekan timbunan limbah B3 menjadi 325,3 ton atau turun 41% dibandingkan tahun sebelumnya, serta mengurangi limbah non-B3 menjadi 264,1 ton atau turun 52% secara tahunan. Selain itu, total pengurangan limbah absolut mencapai 154,6 ton, mencerminkan peningkatan efektivitas sistem pengelolaan limbah Perseroan.
Sementara itu, penggunaan sumber daya air juga menunjukkan tren yang lebih efisien. Sepanjang 2024, konsumsi air tercatat sebesar 181.083,5 megaliter, turun 143,7 megaliter dibandingkan tahun 2023.
Secara keseluruhan, capaian ini menegaskan komitmen ESSA dalam menjalankan operasional yang lebih berkelanjutan melalui efisiensi energi, pengurangan emisi, serta optimalisasi penggunaan sumber daya alam.
Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF)
ESSA juga mulai memperluas portofolio bisnisnya ke sektor energi bersih melalui pengembangan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Langkah ini diwujudkan melalui pembentukan dua entitas baru, yaitu PT ESSA Sustainable Indonesia dan PT ESSA SAF Makmur, sebagai bagian dari strategi Perseroan dalam mendukung transisi energi rendah karbon di Indonesia.
Melalui entitas tersebut, ESSA akan membangun fasilitas produksi SAF di Jawa Tengah dengan kapasitas sekitar 150.000 metrik ton per tahun. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada periode kuartal IV 2027 hingga kuartal I 2028, seiring meningkatnya permintaan global terhadap bahan bakar ramah lingkungan di sektor aviasi.
Selain itu, ESSA juga menargetkan untuk menjadi salah satu produsen SAF pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISCC CORSIA, sebuah standar internasional yang memastikan keberlanjutan dan jejak karbon produk bahan bakar penerbangan.
Foto: Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (Dok. PT ESSA Industries Indonesia)
Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (Dok. PT ESSA Industries Indonesia)
(mae/mae)










































