REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Prof Maman Abdurrahman, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) periode 2010-2015, pada Ahad (21/6/2026). Menurut Haedar, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi gerakan dakwah dan pembaruan Islam di Indonesia.
“Atas nama PP Muhammadiyah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Haedar dikutip dari Instagram pribadinya @haedarnashirofficial, Ahad (21/6/2026).
Prof Maman Abdurrahman juga dikenal sebagai ayahanda Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief. Haedar pun berpesan kepada Hilman Latief dan keluarga besar almarhum agar terus menjaga dan melanjutkan semangat perjuangan yang telah diwariskan Prof Maman dalam memajukan Islam dan bangsa.
Menurut Haedar, wafatnya Prof Maman tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar Persis, tetapi juga bagi seluruh elemen gerakan Islam di Indonesia. Nilai-nilai perjuangan dan pengabdian yang telah ditanamkan almarhum, kata dia, harus terus dirawat dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
"Kepergian Prof Maman merupakan kehilangan besar bagi gerakan dakwah dan pembaruan Islam di Indonesia," ucapnya.
Secara pribadi, Haedar mengenang Prof Maman sebagai sosok yang luwes dalam berkomunikasi dan mampu membangun hubungan dengan berbagai kalangan. Sikap terbuka tersebut membuat almarhum menjadi tokoh yang dihormati, termasuk dalam relasinya dengan Muhammadiyah.
“Beliau adalah sosok yang terbuka dan memiliki kemampuan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Karena itu, beliau dihormati banyak kalangan,” kata Haedar.
Haedar berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut, sementara seluruh amal ibadah Prof Maman Abdurrahman diterima di sisi Allah SWT.

3 hours ago
2







































