Kualitas Kredit Membaik, Loan at Risk Danamon Turun ke 7,8 Persen

7 hours ago 3

Kantor Bank Danamon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatat perbaikan kualitas kredit pada semester I 2026. Per 30 Juni 2026, rasio loan at risk (LAR) turun menjadi 7,8 persen, membaik 263 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada saat yang sama, rasio pencadangan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) coverage ratio mencapai 282,4 persen.

Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki mengatakan perseroan mampu menjaga kualitas aset di tengah pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Hal itu ditopang penerapan manajemen risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Sepanjang semester pertama 2026, Danamon konsisten merealisasikan fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup," ujar Nobuya dalam taklimat media yang digelar secara daring, Kamis (30/7/2026).

Seiring membaiknya kualitas kredit, Danamon juga membukukan pertumbuhan fungsi intermediasi. Hingga Juni 2026, total kredit dan trade finance konsolidasian naik 12 persen secara tahunan menjadi Rp 230,1 triliun, didorong pertumbuhan lini Enterprise Banking and Financial Institution sebesar 19 persen menjadi Rp 109,7 triliun.

Sementara itu, total dana pihak ketiga berupa giro, tabungan, dan deposito meningkat 14 persen menjadi Rp 181,7 triliun.

Kinerja tersebut turut menopang laba bersih konsolidasian Danamon yang mencapai Rp 2,4 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan operasional naik 7 persen menjadi Rp 12,6 triliun, sedangkan margin bunga bersih (net interest margin atau NIM) tercatat 8,1 persen.

Menurut Danamon, kinerja tersebut menjadi modal bagi perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis pada paruh kedua tahun ini dengan tetap mengedepankan pengelolaan risiko yang pruden serta memperkuat sinergi dalam ekosistem One Financial Group bersama MUFG.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research