KPK Gelar Drama Musikal "Sidik" untuk Kampanye Antikorupsi di TIM

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan kampanye antikorupsi melalui drama musikal bertajuk "Sidik". Pertunjukan ini akan digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 4, 5, dan 6 Desember mendatang sebagai bagian dari rangkaian menuju Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap 9 Desember.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menjelaskan bahwa selama tiga hari akan ada enam sesi pertunjukan. Dua sesi pada 4 Desember 2026 dikhususkan untuk tamu undangan KPK, sementara empat sesi pada dua hari berikutnya terbuka untuk masyarakat umum.

"Tamu undangannya adalah mitra-mitra kami, meliputi para pegiat antikorupsi, para pegiat pendidikan antikorupsi, para penyuluh antikorupsi, para partner kami selama ini dalam pendidikan dan pencegahan korupsi, termasuk juga pihak-pihak pemangku kepentingan yang sangat perlu untuk kami berikan inspirasi," kata Amir di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis.

Kolaborasi dengan Da Lopez Entertainment

Untuk mendukung kampanye ini, KPK menggandeng Da Lopez Entertainment, yang digawangi oleh kreator konten Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez. Amir menegaskan bahwa penunjukan tersebut telah melalui mekanisme pengadaan penunjukan langsung yang sah sesuai Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 5 Tahun 2021.

"Mengapa KPK memilih mitra kolaborasi Da Lopez Entertainment? Karena Da Lopez Entertainment ini mempunyai portofolio yang baik dalam produksi drama musikal sejenis yang bertema kebangsaan, politik, dan isu-isu tentang pendekatan hukum maupun isu-isu tentang bagaimana negara kita berjalan," ujarnya.

Kerja sama ini juga memungkinkan adanya sesi pertunjukan berbayar untuk khalayak umum yang dikelola sepenuhnya oleh Da Lopez Entertainment di luar pembiayaan KPK. "Kenapa ini penting? Agar lagi-lagi seat-nya lebih banyak, kursi lebih banyak, penontonnya lebih banyak. Lalu bagaimana pembiayaannya? Itu dalam skema komersial Da Lopez Entertainment atau di luar dari pembiayaan KPK," jelas Amir.

Dengan demikian, KPK hanya bertanggung jawab terhadap dua sesi pertunjukan untuk tamu undangan, sedangkan empat sesi lainnya menjadi tanggung jawab penuh Da Lopez Entertainment.

Premis Cerita "Sidik"

Andovi da Lopez mengungkapkan bahwa premis utama dari drama musikal "Sidik" tidak terlepas dari kehidupan seorang penyidik KPK dan kasus dugaan korupsi yang pernah ditangani oleh lembaga antirasuah tersebut. "Saya dan Kak Jo, dan tentu tim kami, menulis Sidik, dan suatu kasus korupsi di Indonesia, yang tidak saya boleh spoiler (bocorkan, red.)," kata Andovi.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan berbayar, informasi lebih lanjut mengenai tiket dapat diperoleh dengan mengikuti akun media sosial Instagram mereka.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research