Kisah Aksi Tim Kemanusiaan Baznas usai Gelegar Gempa Myanmar

19 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terbang langsung ke Myanmar menyusul gempa 7,7 skala Richter (SR) yang mengguncang pada Jumat (28/3). Bencana tersebut menelan lebih dari 2.500 ribu jiwa.

Dikomandoi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tim Kemanusiaan Baznas hadir di pusat bencana guna menyalurkan donasi berupa bantuan logistik dan medis kepada para korban bencana.

Pada Selasa (1/4), sebanyak lima orang tim SAR dari Baznas Tanggap Bencana (BTB) berangkat ke Myanmar dipimpin Kepala Biro Urusan Rumah Tangga (URT) dan Protokol Baznas, Tito Kurniawan bersama Tim Aju Satgas Kemanusiaan yang dikoordinasi BNPB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keberangkatan ini bukan sekadar fisik-material, tetapi juga perjalanan spirit-emosional yang menguji ketangguhan mental setiap anggota tim dalam mengimplementasikan misi kemanusiaan," ujar Tito.

Tito menuturkan, rombongan menjadi saksi hidup kondisi terkini Myanmar, sunyi dengan reruntuhan bangunan dan jalanan yang retak. Merasakan langsung kesedihan itu, tim Baznas segera bekerja menyalurkan bantuan yang tak hanya dalam bentuk material.

Selain pendistribusian makanan, pakaian, serta obat-obatan, Baznas juga memiliki tim medis yang memberi perawatan bagi korban terluka ataupun sakit.

Wakil Ketua BTB, Taufiq Hidayat menyampaikan, kehadiran TBT di Myanmar adalah bukti kasih sayang dan empati, dengan mengusung semangat solidaritas untuk memberi harapan baru.

Dirinya mengakui, Tim Kemanusiaan Baznas menghadapi sejumlah kendala seperti cuaca, jalur logistik yang luas, serta masalah komunikasi dengan warga lokal.

"Perjalanan ini bukan hanya tentang menyampaikan bantuan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan. Kami tidak datang untuk memberi, kami datang untuk berbagi, untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian," katanya.

Taufiq menambahkan, Tim Kemanusiaan Baznas masih akan melanjutkan misi dengan mengirim paramedis dan obat-obatan. Menurutnya, aksi kemanusiaan ini lebih dari sekadar donasi, melainkan tentang keberanian, kebersamaan, dan kepedulian.

"Baznas dan Satgas Kemanusiaan Indonesia membuktikan bahwa di tengah bencana, ada kebaikan yang bisa dihadirkan, dan bahwa solidaritas antarbangsa adalah kekuatan terbesar yang dimiliki umat manusia," pungkas Taufiq.

(rea/rir)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research