REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PB PABSI (Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia) Rosan Perkasa Roeslani sangat menyambut baik arahan dan perhatian Presiden Prabowo terhadap penguatan pembinaan olahraga nasional melalui pelatnas jangka panjang dan skema anggaran multiyears.
Menurut Rosan, penguatan yang merupakan inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, sebagai langkah krusial yang selama ini dibutuhkan oleh federasi olahraga. Sebab, prestasi internasional tidak dapat dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan.
Rosan mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan prestasi olahraga. Peluang itu dapat terwujud melalui dukungan kebijakan yang tepat, pembinaan yang berkelanjutan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu melahirkan lebih banyak juara dunia pada masa depan.
"PB PABSI menegaskan kesiapan untuk mendukung agenda besar pemerintah dalam membangun sistem pembinaan olahraga nasional yang berkelanjutan, kompetitif, dan mampu mencetak generasi atlet masa depan yang membanggakan bangsa," ujar Rosan dalam keterangan media Kemenpora, Senin (22/6/2026).
Rosan juga menyampaikan, bagi cabang olahraga angkat besi, hal ini sejalan dengan sistem pembinaan yang telah dijalankan sejak 2015. Sistem itu, yakni pelatnas jangka panjang yang berkesinambungan melalui pelatnas terpusat tanpa pemulangan atlet. Ini mencakup pembinaan atlet secara menyeluruh, mulai dari level muda, junior, hingga senior.
"Kami percaya, prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi melalui proses bertahun-tahun yang membutuhkan kepastian program dan dukungan yang berkelanjutan. Sejak usia 14-15 tahun, atlet sudah dibina secara terpusat dengan pendekatan komprehensif yang meliputi aspek latihan, gizi, pembinaan mental, serta dukungan sport science secara berkelanjutan," kata Rosan.
"Pendekatan ini telah menunjukkan hasil nyata melalui berbagai capaian internasional, antara lain medali emas Olimpiade 2024, gelar juara dunia, rekor dunia, serta prestasi di Asian Games yang sebelumnya belum pernah diraih Indonesia di cabang angkat besi," tambahnya.
Selain itu, PB PABSI juga mendukung gagasan pengembangan Akademi Olahraga sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan atlet sejak tingkat sekolah dasar.
Menurutnya, semakin dini potensi atlet ditemukan dan dibina, semakin besar peluang Indonesia melahirkan generasi atlet yang mampu bersaing di tingkat SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
"Negara-negara kuat dalam olahraga memulai pembinaan sejak usia dini. Indonesia memiliki talenta yang luar biasa. Tantangannya adalah memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang tepat, berkelanjutan, dan terukur sejak awal," ujar Roslan.
Sementara itu, perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan olahraga disabilitas menurut Rosan sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif dan berkeadilan.
"PB PABSI meyakini bahwa setiap anak bangsa, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik, harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional," kata dia.

6 hours ago
1














































