Kemenhub Percepat Elektrifikasi KRL Cikarang-Cikampek, Waktu Tempuh Makin Singkat

8 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan proyek perpanjangan jalur KRL Cikarang-Cikampek akan dipercepat. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas layanan, mempersingkat waktu tempuh, dan memenuhi tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenai rencana elektrifikasi ini. "Mengenai perpanjangan KRL Jabodetabek Cikarang menuju Cikampek, elektrifikasi ini kami sudah diskusi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI)," ujar Allan di Jakarta, Sabtu.

Allan menjelaskan, sejumlah langkah percepatan kini tengah disusun oleh PT KAI, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara). "Dan kita akan percepat segala sesuatu," tegasnya.

Percepatan proyek ini didorong oleh tingginya permintaan masyarakat akan layanan kereta rel listrik yang lebih cepat, nyaman, dan terintegrasi langsung menuju pusat Kota Jakarta. Saat ini, layanan KRL Jabodetabek hanya berakhir di Stasiun Cikarang. Jalur dari Cikarang menuju Karawang hingga Cikampek belum memiliki infrastruktur elektrifikasi yang dibutuhkan untuk operasional KRL.

Dengan adanya elektrifikasi, warga Cikampek dan sekitarnya dapat menikmati layanan KRL secara langsung. "Kita akan dorong karena memang banyak masyarakat sekitar yang meminta pelayanan ini, karena diharapkan dengan adanya elektrifikasi dengan kereta rel listrik waktu tempuh dari rumah di sekitaran sana menuju tengah Kota Jakarta akan lebih cepat," kata Allan.

Atasi Kepadatan Penumpang

Selain proyek Cikarang-Cikampek, pemerintah juga memulai peningkatan elektrifikasi di Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi kepadatan penumpang yang terus meningkat setiap harinya. Allan mengungkapkan, pada jam sibuk, tingkat keterisian atau okupansi penumpang di jalur tersebut bahkan mencapai 161 persen.

"Seperti yang disampaikan oleh KAI, jam sibuk itu bahkan kapasitasnya (yang terisi) sampai 161 persen. Jadi ini memang isu yang perlu segera kita carikan solusinya," jelasnya. Peningkatan sistem traksi listrik di Green Line akan memungkinkan operasi rangkaian KRL yang lebih panjang, sehingga kapasitas angkut penumpang meningkat secara signifikan pada jam-jam padat.

Pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan jalur double-double track (DDT). Tujuannya adalah memisahkan lintasan kereta jarak jauh dari jalur KRL. Pemisahan ini diharapkan membuat perjalanan kereta menjadi lebih lancar, aman, dan tepat waktu. Kebijakan ini juga akan mendukung pengembangan layanan KRL hingga Cikampek tanpa mengganggu perjalanan kereta antarkota yang menggunakan lintasan yang sama.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research