Kejar Cuan Saja Tak Cukup, Anak Muda Perlu Kelola Risiko

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG - Pertumbuhan kekayaan nasabah muda berpotensi hanya bersifat sementara tanpa pengelolaan risiko yang matang. Head of Individual Customer Business Development BCA Yudi Darmadi mengatakan, generasi muda saat ini memiliki ambisi besar dan akses informasi yang jauh lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, kondisi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan membaca risiko secara cermat.

“Yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana mereka memahami risiko ke depan. Risiko ini yang perlu mereka pelajari dan pahami dengan hati-hati,” ujar Yudi dalam Diskusi BCA Young Community: Strategi BCA Gaet Nasabah Muda Tajir di Mini Studio BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Tangerang, Jumat (6/2/2026).

Yudi menekankan, langkah awal yang perlu dilakukan nasabah muda adalah memahami kapasitas diri sebelum mengambil risiko. Ambisi dan akses informasi yang luas harus diimbangi dengan perhitungan yang realistis agar pertumbuhan aset tidak berubah menjadi beban di kemudian hari.

“Risikonya apa, kekuatan mereka sendiri seperti apa, dan dengan risiko yang dihadapi tersebut, apakah kemampuan mereka cukup untuk menutup atau mengelola risiko itu,” ujarnya.

Menurut Yudi, tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan aset, tetapi juga ketahanan usaha di tengah ketidakpastian. Karena itu, keberlanjutan harus menjadi ukuran utama dalam setiap langkah pengembangan bisnis.

“Untuk ke depan, terutama yang berkaitan dengan ketidakpastian, yang paling penting adalah bagaimana mereka melihat setiap proses dan pengembangan yang akan dilakukan. Mereka harus mampu menilai mana yang berkelanjutan ke depan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar nasabah muda tidak sekadar mengikuti tren yang sedang berkembang. Karena, dalam setiap bisnis yang ingin diambil, titik beratnya bukan sekadar mengikuti tren.

“Tren itu bisa diciptakan atau terus diinovasi dengan mengikuti perkembangan yang ada, sehingga pertumbuhannya tidak hanya bersifat sesaat,” ujar Yudi.

Yudi mencontohkan, banyak bisnis yang tumbuh sangat cepat karena viral, tetapi sulit bertahan tanpa inovasi yang konsisten. “Inovasi terkadang perlu diciptakan untuk membangun kesadaran dan kesinambungan usaha,” tegasnya.

Dari sisi komposisi nasabah, BCA mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen usia muda. Jika sekitar 10 tahun lalu porsi nasabah muda masih berada di kisaran 10–15 persen, saat ini angkanya telah mencapai sekitar 32 persen. Untuk segmen usia 30–35 tahun, porsinya berada di kisaran 30–35 persen dari nasabah prioritas dan solitaire.

Seiring meningkatnya jumlah nasabah muda yang mapan secara finansial, Yudi menyebut minat terhadap produk investasi juga semakin beragam. Banyak nasabah muda cukup berani mengambil produk investasi, seperti obligasi dan reksa dana.

“Dan perlu diingat dalam pemilihan instrumen, tetap harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing, termasuk pemanfaatan produk cash management untuk mendukung kebutuhan bisnis,” ujarnya.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research