REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pernyataan Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS), Jenderal Dan Caine, bahwa sebuah F-16 Ukraina telah menembak jatuh pesawat tempur Rusia membuka kembali perdebatan mengenai kemampuan rudal udara-ke-udara Washington dan Moskow.
Dalam sidang Komite Alokasi Anggaran Senat AS di Washington pada Selasa (21/7/2026), Caine mengatakan peristiwa tersebut merupakan kemenangan udara-ke-udara pertama yang diraih armada F-16 Ukraina. Namun, ia tidak menyebut jenis pesawat Rusia yang dihancurkan, tanggal dan lokasi pertempuran, jarak penembakan, ataupun rudal yang digunakan.
Pernyataan itu kemudian dikaitkan dengan klaim Angkatan Udara Ukraina bahwa sebuah Su-35 Rusia ditembak jatuh di sektor timur pada 8 Juli 2026. Akan tetapi, Ukraina ketika itu juga tidak menjelaskan platform ataupun senjata yang digunakan untuk menghancurkan jet tempur tersebut. Belum ada bukti terbuka yang memastikan kedua peristiwa itu merupakan insiden yang sama.
Karena itu, kemenangan F-16 tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa AIM-120 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile atau AMRAAM milik Barat telah mengalahkan R-77-1 maupun R-37M Rusia dalam duel langsung.
F-16 memang dapat membawa AIM-120. Namun, Ukraina dan AS belum mengonfirmasi bahwa rudal itulah yang ditembakkan. Varian AIM-120 yang mungkin digunakan juga tidak diketahui.
Meski demikian, insiden tersebut memberikan newspeg kuat untuk membandingkan tiga senjata yang kini membentuk pertempuran udara jarak jauh: AIM-120 sebagai rudal utama pesawat tempur Barat, R-77-1 sebagai pembanding Rusia dalam kelas menengah, serta R-37M sebagai senjata pencegat berjangkauan sangat jauh.
AIM-120 dan R-37M Bukan Lawan Satu Kelas
Perbandingan AIM-120 dengan R-37M harus dilakukan secara hati-hati. Keduanya tidak sepenuhnya dirancang untuk tugas yang sama.
AIM-120 merupakan rudal udara-ke-udara jarak menengah hingga jauh yang dirancang untuk menghadapi pesawat tempur dan berbagai target udara di luar jarak pandang atau beyond visual range. Pembanding Rusia yang lebih setara sebenarnya adalah R-77-1.
R-37M berada dalam kelas yang lebih berat. Rudal ini dikembangkan terutama untuk menyerang sasaran bernilai tinggi dari jarak sangat jauh, seperti pesawat peringatan dini dan kendali udara atau AWACS, pesawat komando, pesawat pengintai, serta pesawat peperangan elektronik. Senjata tersebut tetap dapat digunakan untuk memburu pesawat tempur, tetapi ukuran, jangkauan, dan pola penggunaannya berbeda.
Dengan demikian, pertanyaan mengenai rudal mana yang “lebih mematikan” tidak dapat dijawab hanya dengan membandingkan satu angka jangkauan.

1 hour ago
1

















































