Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan seluruh rumah sakit yang dibangun pemerintah di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan akan melayani pasien BPJS Kesehatan secara penuh. Total ada 66 rumah sakit yang masuk dalam program pembangunan layanan kesehatan prioritas pemerintah.
"Untuk 66 rumah sakit ini dipastikan seluruhnya 100% melayani pasien BPJS," ujar BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, dalam paparan terbaru Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis (6/2/2026).
Ia menekankan masyarakat tidak perlu khawatir akan keterbatasan akses layanan hanya karena berada di wilayah kabupaten atau daerah terluar. Program pembangunan rumah sakit ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk memperkecil kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah pusat dan daerah.
BGS menyebut kualitas rumah sakit yang dibangun setara dengan standar rumah sakit modern, lengkap dengan fasilitas rawat inap, rawat jalan, ruang operasi, hingga layanan hemodialisis. Hingga Februari 2026, sebanyak 16 rumah sakit ditargetkan selesai sepenuhnya, sementara enam lainnya akan menyusul pada Maret hingga April.
"Pada 2026, pemerintah juga telah mengantongi anggaran untuk membangun 20 rumah sakit tambahan, sehingga total pembangunan akan berlanjut hingga 2027," kata BGS.
"Ini namanya quick win. Kita ingin janji presiden kepada masyarakat benar-benar terwujud cepat, dengan rumah sakit yang fasilitasnya setara dengan rumah sakit di kota besar," ujarnya menambahkan.
Adapun sebaran rumah sakit tersebut mencakup berbagai wilayah yang selama ini minim fasilitas kesehatan, seperti Pulau Nias, Kepulauan Anambas, Maluku, Papua, hingga sejumlah kabupaten di Sulawesi dan Nusa Tenggara.
Rumah sakit ini dirancang untuk menangani sekitar 80% penyakit yang umum terjadi di masyarakat, termasuk jantung, stroke, kanker kronis, serta layanan kesehatan ibu dan anak, tanpa harus merujuk pasien ke kota besar atau Pulau Jawa.
BGS juga menyoroti pentingnya keberlanjutan layanan, terutama dari sisi sumber daya manusia kesehatan. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya membangun gedung, tetapi memastikan ketersediaan dokter spesialis dan tenaga medis agar rumah sakit dapat beroperasi optimal.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya mengatakan, Kemenkes sedang mempercepat peningkatan kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) melalui program quick win Peningkatan Kualitas Rumah Sakit. Program ini menargetkan RSUD kelas D atau D Pratama naik menjadi kelas C dengan penguatan infrastruktur, alat kesehatan, serta tenaga kesehatan.
Menurut Azhar, program tersebut dirancang untuk mempercepat layanan rujukan bagi empat penyakit katastropik utama, yaitu kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki setidaknya satu RSUD dengan kemampuan layanan KJSU pada tingkat madya.
Pada periode 2025-2026, pembangunan dan peningkatan mutu RSUD dilakukan di 66 lokasi yang terbagi dalam enam tahap. Dari target 22 RSUD pada 2025, sebanyak 11 rumah sakit telah menyelesaikan pembangunan. Sementara itu, 16 RSUD lainnya ditargetkan rampung dan siap diresmikan pada pekan keempat Februari 2026.
Memasuki 2026, Kemenkes akan melanjutkan program serupa di 20 kabupaten dan kota tambahan. Sejumlah rumah sakit yang masuk dalam daftar pengembangan antara lain RSUD Maba di Kabupaten Halmahera Timur, RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku di Toraja Utara, RSUD Tarempa di Kepulauan Anambas, serta beberapa RSUD di wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Maluku.
Tak hanya membangun fisik rumah sakit, Kemenkes juga melengkapi fasilitas layanan dengan alat kesehatan berteknologi tinggi seperti CT scan, cathlab, mammografi, dan USG. Di sisi sumber daya manusia, penguatan dilakukan melalui pemenuhan tujuh spesialis dasar, ditambah peningkatan kompetensi dokter di bidang jantung dan saraf.
Azhar berharap langkah tersebut dapat memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan rujukan kesehatan di seluruh Indonesia, serta menekan ketimpangan layanan antarwilayah.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]















































