Ini Cara Nabi Muhammad Rayakan Lebaran, Bisa Ditiru Warga RI

3 days ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Di Indonesia, setiap masyarakat punya kegiatan masing-masing dalam menyemarakkan Lebaran. Ada yang sungkeman, makan-makan, hingga berbagi uang.

Kegiatan di hari Lebaran juga pernah dilakukan Nabi Muhammad. Namun, Nabi Muhammad tidak mengenal tradisi beli baju baru, bagi salam tempel hingga sungkeman, sebab tidak ada dalam ajaran keagamaan, baik yang bersumber dari Al-Quran atau Hadis.

Lantas apa yang dilakukan Nabi Muhammad saat menjelang dan merayakan hari raya Lebaran?

Mengutip situs Akwa, Nabi Muhammad memandang Idul Fitri sebagai hari yang penuh kegembiraan dan perayaan. Diketahui, sejak malam hari Sang Nabi telah mempersiapkan perayaan untuk besok hari.

Saat bangun di pagi hari, Nabi mandi terlebih dahulu lengkap dengan menyikat gigi dengan siwak. Setelahnya, Nabi menyiapkan baju terbaik yang bersih dan bagus sembari mengoleskan parfum atau wewangian.

Sehabis itu, Nabi bergegas pergi ke Masjid untuk Shalat Ied. Sepanjang perjalanan ke Masjid, Nabi menyapa semua orang dengan senyuman. Setelah Shalat, Nabi terakhir itu diketahui juga mengunjungi kerabat dan sanak saudara, tak lupa juga bersedekah.

Nabi percaya bahwa cara terindah merayakan Idul Fitri adalah ketika orang-orang beriman berjabat tangan, saling berpelukan, dan saling memberi selamat baik yang sudah saling kenal maupun tidak

Tercatat juga, Nabi Muhammad juga mendorong orang-orang untuk mengadakan hiburan dan berbagai keseruan secara terbuka selama perayaan Lebaran. Namun, hiburan tersebut harus dibarengi dengan ibadah dan upaya mengingat Allah. Orang-orang terdekat akhirnya merayakan permainan dan berbagai tari-tarian.

Tercatat, Sang Nabi pernah menyaksikan anak-anak kecil yang sedang bermain dan bercanda setelah Salat Idul Fitri. Dalam salah satu hadist yang dikutip Akwa dijelaskan hal berikut:

"Rasulullah sedang duduk dan kami mendengar teriakan dan suara anak-anak. Jadi Rasulullah muncul, dan itu adalah seorang wanita Ethiopia, berjingkrak-jingkrak sementara anak-anak bermain di sekitarnya. Maka dia berkata: 'Wahai 'Aishah, datanglah (dan) lihatlah.' Jadi saya datang, dan saya meletakkan dagu saya di atas bahu Rasulullah dan saya mulai mengawasinya dari antara bahu dan kepalanya, dan dia berkata kepada saya: 'Apakah kamu sudah cukup, apakah kamu sudah cukup? ?'" Dia berkata: "Jadi saya terus mengatakan: 'Tidak,' untuk melihat status saya dengan dia,"

Atas fenomena tari-tarian seperti ini Nabi pernah mendapat protes kenapa ada hal-hal demikian di rumahnya. Nabi pun menjawab, "Setiap bangsa memiliki cara sendiri dalam merayakan hari besar, jadi biarkan mereka melakukan kebiasaannya."

Jadi, apabila di Indonesia ada acara bagi-bagi THR atau beli baju baru, sebenarnya itu tidak menjadi masalah. Pasalnya, setiap bangsa memiliki caranya tersendiri untuk merayakan dan bersyukur atas Hari Kemenangan.


(mfa)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Produk Kosmetik Lokal Menjamur, Peluang Bisnis Makin Cuan

Next Article Resmi: Siswa Sekolah Libur Sepekan Pertama Bulan Puasa Ramadan

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research