IHSG Rontok 5%, Ini 8 Saham Paling Ambruk

8 hours ago 2

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

09 March 2026 09:42

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada awal sesi perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026).

Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut terpantau tertekan hebat, melemah hingga 5,05% ke level 7.202,56 sesaat setelah pembukaan transaksi bursa.

Eskalasi Geopolitik dan Proyeksi Inflasi AS

Koreksi tajam pada IHSG utamanya dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kian memanas. Situasi ini mendorong pelaku pasar global untuk beralih ke aset komoditas dan mulai menghindari aset berisiko, termasuk memangkas porsi ekuitas di pasar berkembang seperti Indonesia.

Di sisi makroekonomi, tekanan tambahan datang dari proyeksi data ekonomi Amerika Serikat. Konsensus pasar memprediksi adanya kembali tren kenaikan pada rilis data inflasi secara umum maupun indikator Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada periode mendatang.

Ekspektasi naiknya indikator utama inflasi ini menguatkan kekhawatiran bahwa bank sentral AS (The Fed) akan merespons dengan mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level yang restriktif untuk waktu yang lebih lama.

Hal ini turut mendorong penguatan imbal hasil obligasi AS dan memicu potensi arus modal asing keluar atau capital outflow dari bursa domestik.

Penerapan Protokol Trading Halt

Penurunan indeks yang secara cepat menyentuh batas 5,05% ini terjadi dalam waktu kurang lebih 25 menit setelah pembukaan bursa. Trading halt akan segera dilakukan apabila IHSG menyentuh penurunan sebesar 8% di tengah sesi perdagangan.

Langkah pembekuan sementara ini merupakan standar operasional yang biasanya diambil guna memberikan waktu bagi para pelaku pasar untuk mencerna informasi fundamental secara rasional dan meredam aksi jual berkelanjutan.

Jajaran Saham Top Losers

Koreksi indeks secara agregat turut menyeret harga saham di berbagai sektor ke zona merah. Berdasarkan data perdagangan pada sesi pembukaan, sejumlah saham mengalami penurunan hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB).

Berikut adalah daftar saham yang memimpin persentase penurunan terdalam (top losers) pada awal sesi hari ini:

Pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau rilis data makroekonomi terbaru secara berkala serta dinamika geopolitik global yang saat ini bertindak sebagai katalis utama penentu arah pergerakan bursa selanjutnya.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research