Huntara Aceh Tamiang Rampung Enam Hari, Kolaborasi Konstruksi dan Perbankan

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang rampung dalam waktu singkat. PT Adhi Karya menyelesaikan tahap awal pembangunan hanya dalam enam hari melalui kerja lapangan tanpa henti.

Pembangunan dimulai pada 24 Desember 2025 dan dikebut dengan sistem kerja 24 jam. Adhi Karya mengerahkan pekerja dan peralatan secara penuh, sekaligus melibatkan tenaga lokal di sekitar lokasi proyek untuk mempercepat penyelesaian hunian siap huni.

Direktur Utama Adhi Karya Moeharmein Zein Chaniago menegaskan kecepatan menjadi kunci dalam kondisi darurat.

“Dalam kondisi darurat, kecepatan menjadi hal yang sangat penting. Melalui pembangunan nonstop selama enam hari, hunian tahap pertama berhasil diselesaikan,” ujarnya dalam keterangan dikutip Jumat (2/1/2025).

Ia menambahkan, percepatan tetap dibarengi pengawasan mutu. Jajaran manajemen turun langsung ke lapangan untuk memastikan standar keamanan dan kenyamanan sebelum hunian digunakan warga.

Sebanyak 600 unit Huntara ditargetkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026. Pembangunan akan dilanjutkan bertahap dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan agar keluarga terdampak segera menempati hunian sementara.

Kerja teknis di lapangan tersebut ditopang dukungan perbankan BUMN. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Bank Syariah Indonesia (BSI), dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) terlibat dalam dukungan pembiayaan serta pemenuhan kebutuhan logistik agar proses pembangunan berjalan lancar.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan dukungan BRI merupakan bagian dari komitmen pemulihan pascabencana. “Sebagai bagian dari Danantara, BRI turut memberikan dukungan nyata dalam program ini guna mempercepat pemulihan dan rehabilitasi masyarakat di wilayah terdampak bencana,” ujarnya.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu juga menyatakan dukungan perseroan pada percepatan pemulihan. “Kami sangat mendukung upaya untuk membangun hunian layak bagi masyarakat Aceh Tamiang. BTN bersama BUMN lainnya akan terus membantu mempercepat pemulihan di daerah-daerah yang terdampak bencana dengan mendukung pembangunan Huntara,” kata Nixon.

Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menekankan standar kelayakan hunian. Hunian sementara ini, kata Anggoro menjadi solusi krusial bagi warga di Aceh yang kehilangan tempat tinggal. 

“Kami memastikan hunian ini memenuhi standar layak—memberikan rasa aman, nyaman, dan bermartabat agar warga bisa kembali produktif,” ujarnya.

Huntara dibangun sesuai standar hunian darurat, mencakup struktur aman, akses air bersih, fasilitas sanitasi, pasokan listrik, serta dukungan layanan kesehatan. Kawasan hunian juga dilengkapi fasilitas umum seperti klinik, taman bermain, mushala, serta akses internet untuk menunjang aktivitas sosial warga.

Pembangunan tahap pertama Huntara merupakan hasil kolaborasi lintas BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan program BUMN Peduli. Tujuh BUMN karya terlibat dalam konstruksi, dengan sistem percepatan dan modular di lapangan, sementara dukungan infrastruktur dasar diperkuat oleh PLN dan Telkom.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan capaian awal mencerminkan kerja kolektif lintas pihak.

“Target pembangunan Huntara ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya,” ujarnya.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menambahkan disiplin eksekusi menjadi penentu keberhasilan.

“Pembangunan dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. Percepatan konstruksi, pengadaan material, dan pengawasan mutu dilakukan secara simultan agar target tercapai,” katanya.

Selain mendukung pembangunan hunian, BRI Group, BSI, dan BTN juga menyalurkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta program trauma healing bagi anak-anak. Dengan hunian sementara yang mulai tersedia dan dukungan pemulihan yang berlapis, warga Aceh Tamiang diharapkan dapat kembali menata kehidupan secara bertahap pascabencana.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research