Haru Biru Jamaah Haji Gelombang Dua Jelang Pulang ke Tanah Air

3 hours ago 1

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Kepulangan jamaah haji Indonesia melalui Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi, menyisakan berbagai kisah mengharukan dan penuh syukur.

Salah satunya datang dari Rustiningsih, seorang jamaah haji Kloter SOC 45 Solo asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang tak kuasa menahan air mata saat mengenang pengalamannya mendampingi seorang jamaah lansia selama menunaikan ibadah haji.

Dalam wawancara di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Selasa (16/6/2026), Rustiningsih mengaku bersyukur atas kesempatan berhaji bersama suaminya tahun ini.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan kepada jamaah sejak berada di Makkah hingga Madinah."Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Agama karena tahun ini pelayanan sangat bagus sekali. Dari hotel sampai di Madinah kami merasa bahagia. Tahun ini menjadi tahun yang paling istimewa," ujar dia kepada wartawan Media Center Haji (MCH).

Di tengah perjalanan ibadah haji, Rustiningsih bertemu dengan Mbah Juyatmi Trunojoyo, jamaah haji asal Blora berusia 85 tahun yang menempati kamar yang sama dengannya. Meski berbeda regu, keduanya menjalin kedekatan layaknya ibu dan anak.

Rustiningsih merasa terpanggil untuk membantu karena melihat Mbah Juyatmi tidak memiliki pendamping khusus."Saya kasihan sekali kepada Mbah. Saya menganggap beliau seperti ibu saya sendiri," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sejak saat itu, ia berusaha mendampingi Mbah Juyatmi dalam berbagai aktivitas selama menjalankan ibadah haji hingga proses kepulangan ke Tanah Air."Semoga ini menjadi amal ibadah saya selama di Tanah Suci," tuturnya sambil menahan tangis.

Sementara itu, jamaah haji asal Blora lainnya, Muhammad Annas, menyoroti kesigapan petugas haji dalam memberikan pelayanan kepada jamaah.

Menurut Annas, para petugas menunjukkan respons yang cepat ketika menemukan jamaah yang terpisah dari rombongan atau mengalami kesulitan selama pelaksanaan ibadah haji.

"Saya merasa senang dengan petugas-petugas. Kalau ada yang tercecer atau tersesat, mereka langsung menghampiri dan mengantar ke hotel maupun ke terminal,"kata dia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research