REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diabetes melitus tipe 1 pada anak masih menjadi tantangan serius di Indonesia karena sering terlambat terdiagnosis. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi, sehingga penguatan edukasi, deteksi dini, dan akses layanan kesehatan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup anak penyandang diabetes tipe 1.
Momentum Hari Anak Nasional dimanfaatkan Novo Nordisk Indonesia untuk menegaskan kembali komitmennya memperkuat layanan kesehatan bagi anak dengan diabetes tipe 1 melalui kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan berbagai pemangku kepentingan.
Associate Director Market Access and Public Affairs Novo Nordisk Indonesia, Banarsono Trimandojo, mengatakan setiap anak berhak memperoleh akses terhadap diagnosis, pengobatan, dan pendampingan yang tepat.
"Masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas kesehatan generasi mudanya. Karena itu, kami berkomitmen terus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan setiap anak yang hidup dengan diabetes tipe 1 memperoleh akses terhadap diagnosis, pengobatan, dan pendampingan yang tepat," ujar Banarsono dalam keterangan, Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), sekitar satu dari tiga penyandang diabetes tipe 1 di Indonesia merupakan anak-anak dan remaja. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sistem layanan kesehatan anak, mulai dari deteksi dini hingga pendampingan jangka panjang.
Anak dengan diabetes tipe 1 memerlukan terapi insulin seumur hidup, pemantauan kadar gula darah secara rutin, serta dukungan layanan kesehatan yang berkesinambungan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Novo Nordisk menjalankan program Changing Diabetes in Children (CDiC) di Indonesia sejak 2021 melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan IDAI.
Program ini berfokus pada empat aspek utama, yakni edukasi pasien dan keluarga, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, perluasan akses terhadap layanan diabetes dan insulin, serta dukungan pemantauan kadar gula darah.
Melalui pilar edukasi, CDiC menyelenggarakan sesi pembelajaran bagi anak dan keluarga mengenai penggunaan insulin, pengaturan pola makan, aktivitas fisik yang aman, pemantauan gula darah, hingga pengenalan tanda-tanda kondisi darurat.
Sejak 2023, CDiC juga menggelar empat Diabetes Camp di Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut menghadirkan edukasi melalui permainan, olahraga, dan aktivitas kelompok yang didampingi dokter spesialis endokrin anak, dokter anak, perawat, serta ahli gizi.
Selain itu, program ini memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan bagi dokter, perawat, dan ahli gizi, sekaligus mendukung Program Pengampuan Pelayanan Diabetes Melitus Kementerian Kesehatan.
CDiC juga membantu memperkuat 49 klinik diabetes anak, mendukung ketersediaan insulin, serta mengembangkan registrasi nasional diabetes tipe 1 yang sejak 2024 telah terintegrasi dengan platform SATUSEHAT.

6 hours ago
6

















































