Gelar Munas ke-3, IKOSINDO Optimistis Koperasi Syariah Jadi Pilar Kemandirian Ekonomi Indonesia

9 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Insan Koperasi Syariah Indonesia (IKOSINDO) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-3 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional, pada Selasa–Rabu, 23–24 Juni. Acara ini menjadi wadah untuk konsolidasi, evaluasi, dan penguatan gerakan koperasi syariah di tanah air.

Ketua PLT IKOSINDO, Wawan Wikasno menyatakan optimisme yang tinggi melihat masa depan koperasi syariah Indonesia dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. IKOSINDO berharap pemerintah memberikan dukungan yang lebih kuat melalui pengakuan dan legitimasi agar pertumbuhan ekonomi syariah semakin optimal, mudah diakses, dan membawa maslahat bagi kesejahteraan umat.

Sebagai organisasi yang menaungi insan koperasi syariah Indonesia, IKOSINDO menegaskan keterbukaannya bagi seluruh pihak yang ingin berkontribusi. “IKOSINDO bukan hanya untuk lembaga keuangan syariah, tetapi bagi seluruh insan yang ingin bersama-sama membangun dan memperkuat ekonomi syariah Indonesia,” kata Wawan. 

MUNAS Ke-3 IKOSINDO mengangkat tema strategis: “Memperkuat Sinergi Profesionalitas dan Kolaborasi Koperasi Syariah dalam Menghadapi Krisis Global dan Mendorong Kemandirian Ekonomi Indonesia.”

Wawan Wikasno mengatakan munas dilakukan di Bogor sebagai  kawasan yang dekat dengan ibu kota negara. Tujuannya agar gaung dan dampak strategisnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan di tingkat nasional.

Menurut Wawan, tema yang diusung merupakan jawaban atas tantangan ekonomi global saat ini yang tidak bisa dihadapi secara parsial atau sendiri-sendiri.

"Dalam perspektif Islam, sinergi dan kebersamaan merupakan fondasi penting dalam membangun kekuatan ekonomi umat. Tidak mungkin ekonomi kita tumbuh dengan baik apabila berjalan sendiri-sendiri. Islam mendorong umatnya untuk bersinergi, karena tangan Allah bersama jamaah (jama’ah)," ujarnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, koperasi syariah dinilai memiliki peran yang semakin vital. Model ekonomi syariah dianggap lebih manusiawi, berkeadilan, dan mengedepankan prinsip antaradhi minkum (saling ridha) dalam setiap transaksi.

Komitmen Membangun Ekosistem

IKOSINDO yang jaringannya telah tersebar di seluruh pelosok tanah air memiliki peran besar dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya dalam pemberdayaan UMKM. Selain di sektor ekonomi, Baitul Maal IKOSINDO juga aktif bergerak di garis depan, khususnya dalam membantu penanganan berbagai bencana alam di Indonesia.

Ke depan, IKOSINDO berkomitmen untuk terus memperjuangkan ekonomi kerakyatan berdasarkan konsep Islam Rahmatan lil 'Alamin. Guna memperkuat ekosistem tersebut, IKOSINDO mendorong kolaborasi solid antara tiga pilar utama: koperasi syariah, pemerintah, dan pelaku usaha. Langkah ini sejalan dengan nilai Alquran dalam Surah Al-Hasyr ayat 7 agar kekayaan tidak hanya berputar di antara kelompok tertentu saja.

"Kami ingin pemerintah mendengar langsung bagaimana kontribusi nyata para pelaku koperasi syariah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia," kata Wawan.

Antusiasme Peserta dan Sesi Keilmuan

Agenda akbar ini dihadiri oleh 207 peserta dan tamu undangan dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain dari Pulau Jawa, delegasi juga datang dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain mendapatkan wawasan baru mengenai peningkatan kapasitas SDM dan profesionalisme kelembagaan melalui Seminar Nasional, peserta juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat silaturahmi serta membuka peluang jejaring bisnis (networking). Pesan utama dari seminar ini menekankan bahwa pelaku ekonomi syariah harus tangguh, bukan hanya dari modal finansial, melainkan juga kuat dalam modal ilmu dan pemahaman syariah.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research