REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Upaya memperkuat pembinaan atlet difabel nasional terus dilakukan pemerintah. Seiring meningkatnya kebutuhan fasilitas pendukung bagi atlet paralimpiade, pemerintah memprioritaskan pembangunan lanjutan kawasan Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) di Karanganyar, Jawa Tengah.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau proyek IPTC, Senin (15/6/2026), mengatakan pembangunan tahap berikutnya akan difokuskan pada fasilitas yang dinilai paling mendesak untuk menunjang aktivitas dan pembinaan atlet.
"Pembangunan yang akan dilanjutkan adalah Gedung Edukasi dan Gelanggang Olahraga (GOR) Tahap II karena itu yang saat ini paling dibutuhkan," ujar Dody.
Menurut dia, penyesuaian rencana pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual yang disampaikan oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Selain Gedung Edukasi berkapasitas sekitar 400 orang, pemerintah juga akan membangun pusat pelatihan untuk cabang olahraga beregu serta sejumlah fasilitas penunjang aksesibilitas.
Salah satu fasilitas yang menjadi prioritas adalah pembangunan skybridge yang menghubungkan antarbangunan di kawasan IPTC. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk memudahkan mobilitas atlet difabel dalam beraktivitas sehari-hari.
"Pasti kita bangun skybridge. Jadi nanti supaya teman-teman tidak kesulitan untuk moving atau berpindah ke tempat lainnya," kata Dody.
Pemerintah juga akan memperkuat sistem kelistrikan kawasan melalui penyediaan genset hybrid. Menurut Dody, pengadaan fasilitas tersebut sempat tertunda karena adanya penyesuaian kebutuhan daya listrik, namun kini kembali menjadi prioritas pembangunan.
"Terkait genset hybrid, kemarin sebetulnya harusnya sudah ada. Namun karena ada penambahan kuota daya, sempat ditunda. Sekarang ini menjadi prioritas," ujarnya.
Sebagai kontraktor pelaksana proyek, PT Nindya Karya menyatakan siap mendukung arah pengembangan kawasan yang lebih berorientasi pada kebutuhan atlet. Perseroan menilai pembangunan fasilitas tambahan tersebut akan melengkapi sarana olahraga yang telah tersedia di kawasan IPTC.
Saat ini, IPTC berdiri di atas lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi. Kawasan tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas olahraga berstandar internasional, mulai dari arena cabang olahraga paralimpiade, kolam renang, lapangan sepak bola, lintasan atletik, hingga hunian atlet yang dirancang dengan memperhatikan aspek aksesibilitas.
Pengembangan lanjutan IPTC diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem pembinaan olahraga paralimpiade nasional, tetapi juga menjadi simbol komitmen Indonesia dalam menyediakan kesempatan yang setara bagi atlet difabel untuk berkembang dan berprestasi di tingkat dunia.
Bagi Nindya Karya, keberadaan IPTC bukan sekadar proyek konstruksi. Kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi atlet-atlet difabel Indonesia untuk mengasah kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi internasional.
Dengan dukungan fasilitas yang semakin lengkap dan modern, IPTC diharapkan mampu melahirkan lebih banyak prestasi bagi olahraga paralimpiade Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mendorong inklusivitas dalam pembangunan olahraga nasional.

5 hours ago
3














































