Emas Kena Kepung dari Dua Arah, Harga Bisa Bergerak ke Zona Bahaya

3 hours ago 1

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

01 June 2026 07:35

Jakarta, CNBC Indonesia - Merujuk data Refinitiv, data perdagangan hari ini Senin (1/6/2026) pukul 7.05 WIB, harga emas berada pada level US$4.543,55 per troy ons atau menguat sebesar 0,15% dari perdagangan Jumat (29/5/2026).

Angka tersebut sejalan dengan rentang konsolidasi ketat di kisaran US$4.400-4.500 yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir dengan tingkat perubahan harga yang sangat minim.

Pergerakan harga emas diproyeksikan akan sangat dipengaruhi oleh serangkaian data makroekonomi global serta perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran pada pekan ini.

Fokus utama pelaku pasar saat ini tertuju pada rilis indikator ekonomi penting serta pernyataan dari pejabat bank sentral yang dapat menentukan arah pergerakan logam mulia dalam rentang jangka pendek.

Tren pergerakan yang cenderung menyamping ini mengindikasikan kehati-hatian investor dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian suku bunga acuan.

Faktor Fundamental dan Dampak Geopolitik

Negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu sentimen utama yang memberikan tekanan pada harga emas. Perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari turut menurunkan status emas sebagai aset hedging, yang sebelumnya banyak diakumulasi saat eskalasi krisis memuncak.

Aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz juga bertambah walaupun belum ke level sebelum krisis, sehingga meredakan premi risiko geopolitik yang sempat mengerek harga emas. Kondisi fundamental yang mulai mereda ini diperkirakan akan terus menahan potensi kenaikan harga emas dalam waktu dekat.

Di samping faktor geopolitik, pasar juga menantikan sejumlah rilis data vital dari negara-negara maju. Pidato dari para pejabat Federal Reserve AS diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai ekspektasi suku bunga.

Inflasi AS pada bulan April yang tercatat di level 3,8% mengikis harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga memperkuat posisi tingkat imbal hasil riil yang bertindak sebagai batas atas penahan harga emas.

Rilis data tambahan seperti PMI manufaktur dan jasa global, angka produk domestik bruto Uni Eropa, serta data ketenagakerjaan Nonfarm Payroll AS akan menjadi indikator krusial dalam menentukan arah pasar.

Meskipun terdapat tekanan dalam jangka pendek, permintaan fisik dari institusi resmi terus menopang harga di batas bawah. Institusi finansial Goldman Sachs mempertahankan proyeksi harga emas pada tingkat US$5.400 per troy ons pada akhir tahun 2026, yang didasari oleh kelanjutan akumulasi dari bank sentral global.

Model pelacakan internal Goldman Sachs memperkirakan pembelian bank sentral telah mencapai 66 ton pada bulan Januari lalu, yang menandakan peningkatan tajam dari estimasi sebelumnya yang hanya sebesar 12 ton.

Analisis Teknikal dan Titik Pertahanan Harga

Dari sudut pandang teknikal, pergerakan harga emas saat ini mengindikasikan pola penurunan setelah terbentuknya resistensi ganda atau double top di sekitar area US$4.584 hingga US$4.590.

Kegagalan untuk menembus level puncak tersebut telah memicu tekanan jual yang mendorong harga bergerak ke arah batas bawah. Harga spot saat ini terus bergerak dalam pola pergerakan menurun yang lebih luas dari titik puncak bulanannya di angka US$4.719.

Level pertahanan terdekat yang patut dicermati berada pada titik $4.518, dengan potensi penurunan lanjutan menuju US$4.502 dan target penurunan jangka pendek di US$4.462 apabila batas pertahanan utama berhasil tertembus.

Sebaliknya, jika harga emas mengalami pembalikan arah, batas resistensi akan berada di angka US$4.558, diikuti dengan US$4.578, dan batas puncak signifikan di US$4.590.

Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di angka 59, yang menandakan posisi netral namun dengan bias kecenderungan pelemahan. Pelaku pasar disarankan untuk mengantisipasi volatilitas yang mungkin terjadi pada awal pekan, terutama jika terjadi penembusan harga di batas bawah pada rentang konsolidasi saat ini.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research