El Nino Menguat, Pasokan Kopi Global Terancam

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Risiko gangguan pasokan kopi global kembali meningkat seiring menguatnya fenomena El Nino di Samudra Pasifik. Vietnam sebagai produsen kopi robusta terbesar dunia diperkirakan menghadapi ancaman kekeringan pada musim tanam 2026-2027.

Pusat Prakiraan Hidrometeorologi Nasional Vietnam menyatakan suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 meningkat 0,5 derajat Celsius di atas rata-rata pada Mei dan mencapai sekitar 0,7 derajat Celsius pada awal Juni. Kondisi itu menandai berkembangnya El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027.

Dikutip dari VNExpress, Jumat (19/6/2026), peluang El Nino mencapai kategori sangat kuat diperkirakan berada pada kisaran 60-65 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan 20 persen pada April dan 37 persen pada Mei.

Direktur Pusat Prakiraan Hidrometeorologi Nasional Vietnam Mai Van Khiem mengatakan intensitas El Nino kali ini berpotensi menyamai bahkan melampaui peristiwa 2015-2016 yang menjadi salah satu fenomena terkuat sejak 1950.

Dampak terbesar diperkirakan terjadi di kawasan Dataran Tinggi Tengah Vietnam yang menjadi sentra utama produksi kopi nasional. Pemerintah Vietnam memperingatkan potensi kekurangan air irigasi bagi tanaman industri, terutama kopi, selama musim kering 2026-2027.

Vietnam merupakan pemasok kopi robusta terbesar di dunia. Sekitar 95 persen produksi kopi negara tersebut berasal dari varietas robusta yang banyak digunakan untuk kebutuhan kopi instan dan campuran espresso.

Ancaman terhadap produksi Vietnam berpotensi memengaruhi pasar kopi global. Harga robusta sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade pada 2024 hingga awal 2025 akibat cuaca kering di sejumlah negara produsen. Harga kemudian terkoreksi sepanjang 2026 setelah pasar memperkirakan panen besar di Brasil dan surplus pasokan global.

Selain mengancam sektor perkebunan, El Nino diperkirakan meningkatkan suhu udara di wilayah tengah, Dataran Tinggi Tengah, dan selatan Vietnam. Suhu pada akhir 2026 diproyeksikan berada 0,5 hingga 1,5 derajat Celsius di atas normal, bahkan dapat mencapai 2 derajat Celsius di beberapa wilayah.

Curah hujan juga diperkirakan turun 25-50 persen sehingga meningkatkan risiko kekeringan, krisis air, dan intrusi air laut di kawasan Delta Mekong hingga awal 2027.

Lembaga meteorologi Vietnam mengingatkan El Nino tidak selalu identik dengan berkurangnya cuaca ekstrem. Hujan lebat, banjir bandang, longsor, dan badai kuat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat (NOAA) sebelumnya juga memperkirakan peluang El Nino mencapai kategori sangat kuat sekitar 63 persen. Sejumlah model iklim bahkan menunjukkan intensitas El Nino 2026 berpotensi mendekati peristiwa 1997-1998 yang tercatat sebagai salah satu yang terkuat dalam sejarah modern.

Jika kekeringan berkepanjangan terjadi di sentra produksi kopi Vietnam, pasokan robusta global berpotensi kembali mengetat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi harga kopi dunia yang dalam beberapa tahun terakhir sangat sensitif terhadap gangguan cuaca di negara-negara produsen utama.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research