Setelah dilepas secara resmi oleh Rektor IPB University dan bertolak dari Science & Technology Park (STP) Selasa pekan lalu (8/9/2026), truk ekspedisi yang mengangkut bantuan IPB University Peduli dan Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) tiba di Bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Setelah dilepas secara resmi oleh Rektor IPB University dan bertolak dari Science & Technology Park (STP) Selasa pekan lalu (8/9/2026), truk ekspedisi yang mengangkut bantuan IPB University Peduli dan Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) tiba di Bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Rabu (16/9/2026) siang, kapal KM Cucut yang membawa truk ekspedisi berisi bantuan sebanyak 184 koli atau seberat 2,2 ton akhirnya merapat di Labuan Bajo, NTT, setelah menempuh pelayaran dari Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Bantuan tersebut terdiri atas 6.350 paket nasi steril instan siap makan inovasi IPB University, 24 boks buku dan mainan anak, 11 boks perlengkapan pribadi untuk pengungsi, serta 2 boks Al-Qur'an. Tak ketinggalan, 4 mesin pompa air, 3 alat penjernih air plus 2 mesin reverse osmosis (RO) donasi dari Yayasan Satu Umat Alumni SMAN 70 Jakarta.
Perjalanan truk ekspedisi bantuan IPB University Peduli dan ARM HA-IPB ini memang penuh perjuangan. Awalnya, truk direncanakan tiba di Surabaya lalu diangkut dengan kapal laut langsung menuju Labuan Bajo. Ternyata cuaca tidak memungkinkan. Apalagi terjadi musibah besar, KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan tenggelam di perairan Laut Jawa dekat Kepulauan Masalembu pada Ahad (13/9) dini hari.
Tim akhirnya memilih meneruskan rute ke jalur Banyuwangi, menyeberang ke Bali, lalu ke Lombok, hingga antre di Pelabuhan Sape, Bima, sebelum berhasil tiba di Labuan Bajo.

2 hours ago
1
















































