Dukung Implementasi B50, Pupuk Indonesia Usul Bangun Pabrik Metanol

5 hours ago 2

Suasana pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong pembangunan pabrik metanol dalam rangka mendukung implementasi mandatori program biodiesel B50 yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan pihaknya bersama Danantara mengusulkan pembangunan dua pabrik metanol, masing-masing berkapasitas 1 juta ton, agar dapat memenuhi kebutuhan domestik dan mengurangi ketergantungan impor.

“Kami bersama Danantara mengusulkan pembangunan dua pabrik metanol masing-masing berkapasitas 1 juta ton. Dengan demikian, nantinya BUMN Pupuk Indonesia akan memiliki kapasitas produksi 2 juta ton dan dari swasta 400 ribu ton,” kata Rahmad dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Ia menyatakan langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan sekaligus ketahanan energi secara berkelanjutan. Rencana pembangunan pabrik itu akan dilakukan di wilayah Aceh dan Kalimantan Timur.

Rahmad menjelaskan pengembangan biofuel tidak hanya membutuhkan minyak kelapa sawit, tetapi juga memerlukan metanol sebagai bahan pendukung dalam proses produksinya.

Dia menyebutkan saat ini kebutuhan metanol nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 1,8 juta ton, sementara kapasitas produksi dalam negeri baru sekitar 400 ribu ton.

Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia masih bergantung pada impor metanol sebesar 1,4 juta ton untuk memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat.

Dengan rencana peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50, kebutuhan metanol diperkirakan akan meningkat signifikan hingga mencapai sekitar 2,9 juta ton.

Tanpa adanya tambahan kapasitas produksi dalam negeri, impor metanol diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 2,5 juta ton.

“Tanpa ada peningkatan kapasitas produksi metanol dalam negeri, impor metanol akan meningkat dari 1,4 juta ton menjadi 2,5 juta ton,” tegas Rahmad.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research