Dihantam Perang Iran dan Sentimen Fitch, Sanggupkah IHSGS Bangkit?

12 hours ago 4
  • Pasar keuangan Indonesia ditutup melemah pada perdagangan kemarin
  • Wall Street akhirnya bangkit dari keterpurukan
  • Perkembangan perang Iran hingga data ekonomi global akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia-  Pasar keuangan dalam negeri kompak ditutup melemah pada perdagangan kemarin, Rabu (4/3/2026). Bursa saham dan rupiah sama-sama ambruk.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi tekanan hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga kembali ke level 7.500-an pada perdagangan Rabu (4/3/2026).

IHSG merosot 362,71 poin atau -4,57% ke level 7.557,06. Sebanyak 54 saham naik, 734 turun, dan 33 tidak bergerak.

Nilai transaksi terbilang ramai, yakni mencapai Rp 29,7 triliun, melibatkan 53,6 miliar saham dalam 3,2 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot menjadi Rp 13.522 triliun. 
Asing mencatat net sell sebesar Rp 117,9 miliar pada perdagangan kemarin.

Dua emiten Bakrie, yakni Energi Mega Persada (ENRG) dan Bumi Resources (BUMI) menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan. ENRG ditutup naik 0,47%, sedangkan PT BUmi Resources (BUMI) turun 7,14%.

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona merah dengan bahan baku turun paling dalam, yakni -7,88%. Lalu diikut oleh konsumer non-primer -6,43% dan teknologi -5,29%.

Koreksi IHSG kemarin seiring dengan beredarnya draf pengumuman lembaga pemeringkat global Fitch Ratings yang merevisi outlook atau prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negative dari sebelumnya stable, namun tetap mempertahankan peringkat utang negara pada level BBB atau masih dalam kategori investment grade.

Beralih ke pasar valas, Rupiah kembali harus melemah dari dolar Amerika Serikat (AS) di penutupan perdagangan Rabu (4/3/2026).

Merujuk Refinitiv, rupiah Garuda ditutup pada zona merah dengan pelemahan sebesar 0,18% atau terdepresiasi ke level Rp16.880/US$.

Posisi ini juga menandai level penutupan terlemah rupiah sejak akhir Januari 2026, atau menjadi yang terburuk dalam lebih dari sebulan terakhir.

Pelemahan rupiah masih banyak dipengaruhi sentimen eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meredam dampak dari meluasnya konflik di Timur Tengah.

 Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke 6,64% kemarin dari 6,55% pada Selasa. Kenaikan imbal hasil ini menandai aksi jual investor sehingga harga jatuh dan imbal hasil naik.

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research