Debit Bendungan Colo Dikurangi untuk Jaga Pasokan Air Irigasi

4 hours ago 3

Warga melintasi beton pemecah arus air di Bendungan Colo, Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026). Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengurangi debit air Bendungan Colo dari 18 meter kubik per detik menjadi 16 meter kubik per detik untuk menjaga ketersediaan pasokan air irigasi bagi sekitar 25 ribu hektar lahan pertanian di wilayah Soloraya hingga Ngawi selama musim kemarau. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Musim kemarau yang mulai berlangsung mendorong pengelola bendungan melakukan pengaturan distribusi air secara bertahap sesuai kebutuhan irigasi. Pengaturan debit dilakukan agar pasokan air irigasi tetap tersedia bagi sekitar 25 ribu hektare lahan pertanian di wilayah Soloraya hingga Kabupaten Ngawi. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Bendungan Colo menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung sistem irigasi pertanian di Daerah Irigasi Colo yang mengairi ribuan hektare sawah. Pengelolaan debit bendungan diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi risiko kekurangan air pada lahan persawahan. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO -- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengurangi debit air Bendungan Colo di Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026), sebagai langkah menjaga ketersediaan air irigasi selama musim kemarau.

Penyesuaian debit dari 18 meter kubik per detik menjadi 16 meter kubik per detik dilakukan agar pasokan air tetap mencukupi bagi sekitar 25 ribu hektare lahan pertanian di wilayah Soloraya hingga Ngawi.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research