Dampak Perang Mulai Terasa ke Rumah Tangga, Pedagang Pasar Curhat Harga Plastik Melonjak

10 hours ago 4

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menerima keluhan adanya lonjakan harga plastik dari pedagang pasar. Hal ini diketahuinya ketika meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Sabtu (28/3/2026).

Gemi, pedagang berusia 58 tahun, menuturkan bahwa kenaikan harga plastik mulai terjadi sejak Lebaran dengan lonjakan mencapai sekitar Rp 6.000 per kemasan. Menanggapi hal itu, Zulhas mengamini bahwa keluhan tersebut tidak hanya dialami pedagang di Pasar Minggu, tetapi hampir seluruh pedagang menghadapi hal yang sama.

Ia mengatakan harga plastik melonjak tinggi karena harga biji plastik juga naik drastis, mengingat plastik berbahan baku minyak bumi. Ia memastikan pihaknya akan membahas masalah ini secara khusus dan mengundang pihak terkait untuk menjelaskan penyebab kenaikan harga biji plastik.

“Kita akan undang beberapa pihak yang terkait mengenai biji plastik ini,” kata Zulhas.

Di sisi lain, Zulhas memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski terjadi perang di Timur Tengah. Ini karena Indonesia tidak bergantung pada impor dari kawasan tersebut.

“Tidak ada pangan yang bergantung kepada Timur Tengah, tidak ada. Yang kita tidak bisa, seperti gandum, itu dari Eropa dan Amerika. Kedelai kita tidak punya, itu dari Eropa dan Amerika. Jadi tidak ada pangan yang tergantung dari Timur Tengah,” kata Zulhas.

Zulhas menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai dampak perang di Timur Tengah terhadap ketersediaan pangan. Stok dan pengadaan pangan dalam negeri dipastikan aman dan terkendali, sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ia menambahkan, pemerintah juga bersyukur telah menerapkan kebijakan swasembada pangan sejak awal, sehingga Indonesia kini mandiri di bidang pangan dan mampu mengantisipasi potensi krisis sejak dini.

“Beras kita tahun lalu surplus sekitar 4 juta ton, saya kira tahun ini juga akan ada 4 juta ton. Jadi insya Allah, kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stoknya. Jagung aman, daging ayam aman, telur aman, sayur-sayuran kita tanam sendiri,” katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research