Bulog Serap 3,19 Juta Ton Beras Sepanjang 2025, Perkuat Cadangan Nasional

3 hours ago 1

Warga mengambil bantuan pangan di Sekretariat RW 03 Menteng, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog resmi memulai penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) beras dan Minyakita untuk periode Oktober–November 2025. Warga penerima bantuan pangan masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan. Program Banpang beras dan Minyakita menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Program tersebut juga memperkuat daya tahan sosial masyarakat berpendapatan rendah di berbagai daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perum Bulog mencatat pengadaan beras nasional setara beras mencapai 3.191.969 ton sepanjang 2025. Capaian ini menempatkan BULOG sebagai instrumen utama negara dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani.

Pengadaan tersebut bersumber dari penyerapan 4.537.490 ton gabah kering panen (GKP), 6.863 ton gabah kering giling (GKG), serta 765.504 ton beras hingga 31 Desember 2025. Skala penyerapan ini menjadi fondasi penguatan stok nasional di tengah upaya menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menilai 2025 sebagai fase penting konsolidasi peran perusahaan di seluruh rantai pangan nasional. “Tahun 2025 adalah momentum konsolidasi peran Bulog sebagai stabilisator pangan nasional. Fokus kami melindungi petani, menjaga cadangan pangan, dan memastikan akses pangan yang stabil serta terjangkau,” kata Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Penyerapan GKP pada 2025 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Perum Bulog. Kehadiran aktif Bulog di sentra produksi menjadi faktor penentu keberhasilan menjaga serapan panen petani sesuai harga acuan pemerintah.

Ahmad Rizal menyampaikan Bulog turun langsung ke lapangan untuk memastikan gabah petani terserap secara optimal. “Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bentuk keberpihakan negara kepada petani dan fondasi menuju swasembada pangan,” ujarnya.

Kinerja pengadaan juga mencakup jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton yang terdiri atas 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton komersial. Langkah ini diarahkan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen serta keberlanjutan pasokan jagung nasional.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research