Pekerja memanggul karung berisi beras di gudang Perum Bulog Umbul Tengah, Kota Serang, Banten, Rabu (11/12/2024).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perum Bulog menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerapkan teknologi baru dalam pemeliharaan stok beras guna mencegah serangan hama, termasuk kutu beras. Langkah ini disiapkan seiring posisi stok awal 2026 yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan tersebut.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menempatkan penguatan kualitas sebagai prioritas seiring besarnya stok beras nasional yang dikelola perusahaan. Upaya tersebut diarahkan agar beras di gudang Bulog tetap sehat, kuat, dan tahan lama selama masa simpan.
“Kami seperti biasanya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas masing-masing produk beras. Bahkan kami sudah memperoleh teknologi baru dari BRIN. Kami telah berkoordinasi dengan Kepala BRIN dan BRIN akan mendukung pemeliharaan beras ke depan,” kata Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Bulog selama ini menerapkan pola pemeliharaan beras berlapis, mulai dari pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, hingga kuartalan dan semesteran. Setiap indikasi gangguan hama atau kerusakan langsung ditangani melalui tindakan percepatan seperti fumigasi agar tidak menyebar ke stok lain.
“Dengan pola itu, setiap indikasi gangguan hama langsung dilakukan tindakan percepatan sehingga penyakit tidak menyebar ke yang lain,” ujar Rizal.
Ia menuturkan teknologi dari BRIN akan melengkapi sistem pemeliharaan yang sudah berjalan. Teknologi tersebut diklaim mampu menjaga kualitas beras lebih optimal tanpa bergantung pada teknologi impor.
“Kepala BRIN menyampaikan kepada kami ada teknologi baru untuk menjaga beras jadi lebih sehat, lebih kuat, dan tahan lama,” tutur Rizal.
Penguatan kualitas stok ini berjalan seiring capaian pengelolaan beras Bulog sepanjang 2025. Hingga awal 2026, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,24 juta ton, tertinggi sejak lembaga tersebut berdiri pada 1968, ditopang serapan gabah dan beras nasional yang juga mencetak rekor.
Kolaborasi Bulog dan BRIN diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas cadangan pangan pemerintah. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Bulog menjaga stabilitas pasokan dan mutu beras nasional sepanjang 2026.

3 hours ago
1














































