BRI RO Bandung Targetkan Tahun Ini KPR Naik 17 Persen

9 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Berdasarkan data indikator makroekonomi Jawa Barat (Jabar), hingga Triwulan I-2026, kondisi perekonomian daerah sebenarnya tumbuh solid sebesar 5,79 persen (yoy) dengan tingkat inflasi terkendali di kisaran sasaran 2,5 persen. 

Namun memasuki Triwulan II-2026, industri perbankan nasional dihadapkan pada tantangan moneter baru. Termasuk, kenaikan BI Rate per Juni 2026 menjadi 5,75 persen (mengerek BI Rate Lending Facility ke posisi 6,50 persen) serta fluktuasi nilai tukar rupiah. 

Kondisi ini, memicu sebagian besar calon pembeli properti mengambil sikap menahan diri (wait and see) akibat kekhawatiran lonjakan cicilan di masa depan.  

Namun, meskipun kekhawatiran itu ada, Regional Consumer Banking Head BRI RO Bandung, Rindra Setyawan mengatakan, pihaknya masih optimistis kredit perumahan akan terus tumbuh. Tahun ini, BRI RO Bandung menargetkan  kredit perumahan Rp 1,3 triliun.

"Tahun ini, kami menargetkan peningkatan 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Karena, potensinya ada. Jabar ini kan pertumbuhan propertinya nomor 1 di Indonesia," ujar Rindra, akhir pekan ini.

Menurut Rindra, BRI Regional Office 09 Bandung menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra utama masyarakat dalam mewujudkan impian kepemilikan hunian. 

Melalui strategi bisnis yang adaptif dan pruden, BRI meluncurkan solusi inovatif berupa program KPR Suku Bunga Berjenjang guna menjaga keterjangkauan cicilan bagi konsumen di era yang menantang ini.  

Rindra menyampaikan, BRI berfokus menghadirkan kepastian bagi nasabah melalui struktur produk KPR yang kompetitif dan terencana.  

"Kami memahami tantangan daya beli yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, melalui program KPR Suku Bunga Berjenjang, BRI memberikan kepastian arus kas bagi nasabah sejak awal masa pinjaman, sehingga mereka dapat melakukan perencanaan keuangan jangka panjang tanpa perlu cemas terhadap fluktuasi suku bunga pasar," papar Rindra.  

Kepastian, Fleksibilitas, dan Kemudahan

Sebagai bentuk komitmen nyata "Rumah untuk Semua", BRI Region 9 Bandung mengunggulkan tiga pilar produk KPR utama yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai segmen masyarakat. Yakni, KPR Suku Bunga Berjenjang (Pilihan Tenor 15 dan 20 Tahun).

Dengan skema berjenjang ini, kata dia, nasabah mendapatkan keuntungan maksimal berupa beban cicilan awal yang sangat rendah saat mereka baru mulai menata keuangan keluarga atau karir.  

Selain itu, kata dia, untuk mendukung program Pemerintah dalam penyediaan 3 juta rumah, BRI RO Bandung menyediakan KPR FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

Keunggulan produk ini, kepastian mutlak dengan suku bunga tetap 5,00 persen (Fixed All Tenor) hingga 20 tahun. Skema subsidi penuh ini (FLPP + SBUM) menjamin cicilan tetap aman dari gejolak ekonomi, menjadikannya fondasi bisnis KPR BRI paling aman dan stabil.  

Kemudahan akses KPR BRI, kata dia, didukung kerja sama erat dengan pengembang papan atas (Tier 1 hingga Tier 3). 

Pembiayaan KPR komersial premium BRI difokuskan pada kawasan mandiri di lokasi prime bergengsi di wilayah Bandung Raya, seperti Kota Baru Parahyangan, Podomoro Park, dan Summarecon Bandung. Hal ini memastikan portofolio properti yang diagunkan memiliki nilai investasi jangka panjang yang tinggi dan kualitas lingkungan yang prima.  

Hingga Triwulan II-2026, portofolio bisnis konsumer BRI RO Bandung tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat dengan total Outstanding (OS) mencapai Rp 19,3 Triliun, di mana pembiayaan Commercial Mortgage berkontribusi Rp 3,8 triliun (20 persen) dan KPR FLPP sebesar Rp 555 miliar (3 persen). 

Melalui keunggulan produk KPR Berjenjang dan komitmen penyaluran kredit yang pruden, BRI optimistis bisa terus menggerakkan sektor riil properti sekaligus menjaga asa masyarakat Jawa Barat untuk memiliki hunian aman, nyaman, dan terjangkau.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research