BPOM Ungkap Potensi Jamu Bagi Kesehatan Modern dan Tembus Pasar Global

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua BPOM RI Taruna Ikrar mengungkapkan jamu bisa menjadi industri strategis, yang modern, inovatif, dan berdaya saing global. Dia menegaskan, jamu merupakan identitas bangsa, warisan pengetahuan empiris, dan telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda di dunia.

"Jamu merupakan kebanggaan kita, sehingga harus bisa berkembang menjadi proud kesehatan modern berbasis riset dan inovasi. Transformasi ini sangat penting karena dunia saat ini sedang bergerak menuju trend back to nature, prevention healthcare, dan wellness lifestyle," ungkap Taruna dalam Health Forum CNBC Indonesia, Selasa (26/05/2026).

Menurutnya masyarakat global kini semakin mencari produk kesehatan berkualitas dengan bahan alami yang aman. Dia menegaskan, inilah kesempatan Indonesia untuk mengembangkan industri jamu.

BPOM mencatat, Indonesia memiliki 30 ribu spesies tumbuhan dan sekitar 1.845 spesies yang teridentifikasi tanaman obat. Bahkan, Indonesia menyimpan sekitar 80% dari tanaman obat dunia.

"Ini adalah modal strategis bangsa untuk memperkuat kemandirian kesehatan bangsa, melalui pengembangan obat bahan alam berbasis sumber daya lokal," ujarnya.

Tantangannya adalah bagaimana produk jamu mampu naik kelas menjadi produk yang aman, bermutu, modern dan mampu pesaing di pasar global. Pemerintah pun menurutnya telah mengambil berbagai langkah strategis, salah satunya melalui beleid percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan.

"Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Fitofarmaka hingga terbitnya Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2023 tentang pengembangan dan pemanfaatan Jamu. Regulasi tersebut menjadi fondasi penting agar pengembangan Jamu dilakukan secara terarah, terintegrasi, dan berkualitas," jelas Taruna.

Meski demikian, menurutnya dukungan regulasi saja tidak cukup. Dibutuhkan pembuktian ilmiah melalui uji praklinik dan uji klinik agar khasiat obat bahan alam dapat dibuktikan secara objektif dan dapat diterima dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Selain itu, dibutuhkan pula inovasi teknologi farmasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk jamu.

"Melalui teknologi modern, formulasi herbal kini dapat dibuat lebih stabil, lebih nyaman dikonsumsi, dan lebih diterima oleh generasi muda," kata dia.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research