Biar Nggak Gampang Stres, Saatnya Ganti Doomscrolling dengan Baca Buku

5 hours ago 4

Sejumlah anak membaca buku di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (1/7/2026). Sejumlah penelitian menunjukkan kebiasaan membaca dapat memberikan manfaat bagi kesehatan otak, kesehatan mental, bahkan berpotensi mendukung usia hidup yang lebih panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Membaca buku disebut bukan hanya bisa menambah wawasan. Sejumlah penelitian menunjukkan kebiasaan membaca dapat memberikan manfaat bagi kesehatan otak, kesehatan mental, bahkan berpotensi mendukung usia hidup yang lebih panjang.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Chief Medical Officer dari Midi Health, Kathleen Jordan, mengatakan membaca merupakan salah satu aktivitas yang mendukung kesehatan kognitif. "Aktivitas yang merangsang pikiran seperti membaca, mempelajari keterampilan baru, atau mengerjakan teka-teki membantu menjaga otak tetap aktif, mengurangi stres, dan membangun ketahanan dari waktu ke waktu," kata Jordan dikutip dari Verywell Mind, Rabu (22/7/2027).

Manfaat membaca buku bagi kesehatan juga telah diungkap dalam berbagai studi. Salah satunya penelitian tahun 2016 oleh peneliti dari Yale yang melibatkan 3.635 orang dewasa berusia 50 tahunan yang diamati selama 12 tahun.

Hasil studi menunjukkan peserta yang membaca buku selama 30 menit atau lebih setiap hari memiliki usia hidup rata-rata 23 bulan lebih panjang dibandingkan mereka yang tidak membaca buku. Hasil ini tetap sama bahkan setelah peneliti memperhitungkan berbagai faktor lain, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kondisi kesehatan.

Menariknya, manfaat kesehatan ini tidak terlalu signifikan pada seseorang yang hanya membaca koran atau majalah. Para peneliti menduga, membaca buku memberi stimulasi lebih kuat bagi otak karena membutuhkan fokus lebih lama dan keterlibatan pikiran yang aktif.

Pakar neurologi dr Jonatham Graff-Radford mengatakan bahwa membaca buku secara rutin juga mendukung kesehatan otak. "Studi besar telah menemukan bahwa orang yang lebih sering membaca mungkin memiliki risiko kehilangan ingatan atau penurunan kognitif yang lebih rendah seiring bertambahnya usia," kata dia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research