Begini Lebaran Impian Ala Gen Z: No Repot-Repot

2 hours ago 1

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

19 March 2026 16:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Lebaran menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk mudik, bersilaturahmi, dan berkumpul bersama keluarga setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan.

Namun, di tengah tradisi tersebut cara Generasi Z merayakan Lebaran mulai menunjukkan pola yang berbeda. Generasi yang lahir di era digital ini tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional seperti berkumpul dengan keluarga, tetapi juga membawa kebiasaan baru yang dipengaruhi oleh teknologi, tren gaya hidup, dan media sosial.

Berikut beberapa hal yang diinginkan gen z ketika lebaran:

1. Mudik

Di tengah berbagai perubahan gaya hidup, mudik tetap menjadi hal paling penting bagi Gen Z.

Bagi para perantau, Lebaran adalah alasan paling sah untuk pulang ke kampung halaman. Meski harus menghadapi harga tiket yang mahal, kemacetan panjang, dan perjalanan yang melelahkan, momen bertemu keluarga tetap menjadi prioritas utama. Namun bagi Gen Z, pulang bukan sekadar berkumpul, melainkan menciptakan pengalaman yang berkesan dan dapat dikenang.

Memasuki H-5 Lebaran, arus mudik di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) km 48, mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan, Selasa (17/3/2026) siang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Memasuki H-5 Lebaran, arus mudik di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) km 48, mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan, Selasa (17/3/2026) siang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Memasuki H-5 Lebaran, arus mudik di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) km 48, mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan, Selasa (17/3/2026) siang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

2. Wisata Saat Lebaran

Tren lain yang muncul adalah meningkatnya minat berwisata saat Lebaran. Survei Alvara Research (2024) menunjukkan sekitar 60,4% Gen Z sudah memiliki rencana wisata saat periode Lebaran. Menariknya, banyak dari mereka memilih destinasi di dalam kota atau sekitar tempat tinggal. Selain wisata kuliner dan cafe, muncul pula tren spiritual holiday, yaitu perjalanan yang tidak hanya untuk bersantai tetapi juga menjadi momen refleksi dan penguatan makna spiritual setelah Ramadhan.

3. THR Digital

Jika dulu THR identik dengan amplop berisi uang tunai, kini Gen Z cenderung memilih cara yang lebih praktis. Banyak dari mereka lebih senang menerima THR melalui dompet digital seperti GoPay, OVO, DANA, atau ShopeePay. Selain lebih cepat dan praktis, metode ini juga memudahkan mereka mengelola dan melacak pengeluaran setelah Lebaran.

Ilustrasi pembayaran Qris. (Dok. Freepik)Foto: Ilustrasi pembayaran Qris. (Dok. Freepik)
Ilustrasi pembayaran Qris. (Dok. Freepik)

4. Lebaran sebagai Konten Digital

Bagi Gen Z, Lebaran juga menjadi bagian dari identitas digital. Media sosial digunakan untuk berbagi momen hari raya dengan cara yang lebih kreatif.

WhatsApp masih menjadi platform utama untuk mengirim ucapan personal, sementara Instagram dan TikTok digunakan untuk membagikan stories, reels, hingga vlog perjalanan mudik. Foto keluarga, video suasana rumah saat Lebaran, hingga konten OOTD baju koko atau gamis modern menjadi bagian dari cara mereka mengekspresikan perayaan.

5. Baju Baru Bukan Hal yang Wajib

Tradisi membeli baju baru saat Lebaran mulai bergeser. Banyak Gen Z yang kini lebih sadar pada konsep sustainable fashion. Mereka tidak ragu memakai kembali baju Lebaran tahun sebelumnya selama masih layak dipakai.

Jika membeli pakaian baru, pilihan mereka cenderung pada model yang lebih timeless sehingga bisa digunakan dalam berbagai kesempatan, bukan hanya saat hari raya.

Model Gamis Foto: Model Gamis "Bini Orang" laris manis di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (13/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Model Gamis "Bini Orang" laris manis di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (13/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

6. Lebaran yang Lebih Sederhana, Tapi Bermakna

Di tengah tekanan ekonomi global dan meningkatnya kesadaran finansial, banyak Gen Z memilih merayakan Lebaran dengan lebih sederhana. Pengeluaran lebih diperhitungkan, namun kegiatan berbagi seperti sedekah tetap menjadi prioritas. Bagi mereka, kemewahan Lebaran tidak lagi diukur dari banyaknya hidangan atau amplop THR, melainkan dari kualitas waktu bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Di balik semua tren tersebut, ada satu hal yang tidak berubah, yaitu lebaran tetap menjadi momen paling dinantikan untuk pulang, berkumpul, dan merasa utuh kembali bersama keluarga.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research