Badai Datang! Harga Emas Hancur, Jatuh ke Level Terendah Sebulan

11 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas babak belur pada perdagangan Rabu setelah pengumuman keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (18/3/2026) ditutup di posisi US$4817,63 per troy ons. Harganya jeblok 3,73%.

Harga tersebut adalah yang terendah sejak 5 Februari 2026 atau lebih dari sebulan (US$ 4769,89). Pelemahan sebesar 3,7% dalam sehari kemarin juga menjadi yang terdalam sejak 5 Februari 2026 (3,87%).

Harga emas mulai bangkit pada hari ini, Kamis (19/3/2026). Pada Kamis pukul 06.24 WIB, harga emas diperdagangkan di US$ 4832,52 per troy ons atau menguat 0,31%.

Harga emas mengalami tekanan jual setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa kenaikan harga energi akan mendorong inflasi secara keseluruhan.

Laju inflasi yang lebih tinggi akan menyulitkan The Fed dalam mempercepat pemangkasan. Sebagai dampaknya, permintaan dolar AS akan kembali menguat.
Pembelian emas dikonversi dalam dolar AS sehingga penguatan mata uang AS tersebut akan menekan pembelian emas.

Indeks dolar pada perdagangan kemarin terbang ke 100,86 dari posisi sebelumnya di level 99.

The Fed kembali mempertahankan suku bunga di level 3,50-3,75% pada pertemuan Selasa-Rabu pekan ini atau Rabu dan Kamis dini hati waktu Indonesia.

Ini merupakan pertemuan kedua berturut-turut tanpa perubahan, di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang Iran yang sedang berlangsung dan inflasi yang masih persisten.

Bank sentral juga memberi sinyal bahwa mereka akan melakukan satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini, meskipun pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga pada 2026.

Ekspektasi pemangkasan ini lebih sedikit dibandingkan sebelumnya yakni dua kali. Dengan sekali pemangkasan maka suku bunga level saat ini kemungkinan masih akan berlangsung lama.

"Powell sedikit menarik kembali pernyataannya, yang tidak sehawkish seperti yang dikhawatirkan, tetapi tetap menekankan mandat ganda dengan menjaga suku bunga tetap ketat lebih lama," ujar Nicky Shiels, kepala strategi logam di MKS PAMP SA, dikutip dari FX Street.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat mendorong aliran dana ke aset safe haven, yang menguntungkan logam mulia.

Iran dan Israel saling melancarkan serangan terhadap fasilitas energi utama di kawasan tersebut.

Serangan ini terjadi setelah peringatan dari Kepala Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, yang berjanji akan meluncurkan pembalasan yang "tegas dan menyakitkan" atas tewasnya pejabat keamanan Ali Larijani dalam serangan udara Israel.

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research