Asosiasi Nazhir dan FORNAS MAZAWA Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Literasi Wakaf

8 hours ago 5

Perwakilan pengurus Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) menggelar pertemuan dengan pengurus Forum Nasional Mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf (FORNAS MAZAWA).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perwakilan pengurus Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) menggelar pertemuan dengan pengurus Forum Nasional Mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf (FORNAS MAZAWA). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani oleh kedua organisasi.

Hadir mewakili ANI, Presiden ANI Imam Nur Azis dan Ahmad Faisal selaku Anggota Divisi Inovasi dan Digitalisasi. Sementara itu, FORNAS MAZAWA diwakili oleh Ketua FORNAS MAZAWA Bagus, serta Hadinata dan Ayis sebagai pengurus organisasi.

Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan rancangan perjanjian kerja sama yang akan menjadi landasan pelaksanaan berbagai program kolaboratif antara ANI dan FORNAS MAZAWA. Selain mempererat silaturahmi antarlembaga, FORNAS MAZAWA menyampaikan sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemajuan sektor perwakafan di Indonesia.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari persiapan FORNAS MAZAWA menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang direncanakan berlangsung pada September 2026 di Solo.

Pengurus ANI menyambut positif kunjungan tersebut dan mengapresiasi semangat mahasiswa dalam mendukung pengembangan wakaf nasional. Presiden ANI, Imam Nur Azis, menegaskan bahwa potensi wakaf di Indonesia sangat besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal.

“Peran mahasiswa sangat penting dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat mengenai wakaf," ujar Imam.

Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan semakin banyak aset wakaf yang dapat dikelola dan diberdayakan untuk kemaslahatan umat. Ia menambahkan kolaborasi dengan ANI sebagai organisasi profesi dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, serta mengembangkan karier di bidang pengelolaan zakat dan wakaf.

Ahmad Faisal memaparkan sejumlah program ANI yang berfokus pada peningkatan literasi wakaf. Menurutnya, hasil Indeks Literasi Wakaf yang pernah dirilis Badan Wakaf Indonesia (BWI) menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap wakaf masih relatif rendah. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap belum optimalnya pengelolaan dan pengembangan aset wakaf di berbagai daerah.

Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman untuk membangun kerja sama strategis dalam penguatan literasi wakaf melalui berbagai program yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kolaborasi antara ANI dan FORNAS MAZAWA diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang wakaf serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan wakaf yang lebih produktif.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research