Laporan Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Laut Mediterania
REPUBLIKA.CO.ID, ANTALYA -- Armada kemanusian Global Sumud Flotilla (GSF) masih berada di perairan Turki-Yunani. Hari kedua pelayaran dari Pelabuhan Marmaris, kapal-kapal kemanusian itu memilih untuk lepas jangkar berlindung di sejumlah teluk demi menghindari cuaca buruk seperti angin kencang dan ombak tinggi yang terjadi sepanjang Jumat (15/5/2026) di perairan internasional antara Turki-Yunani.
Kapal-kapal kemanusian yang berada pada etape depan pelayaran, pada Jumat sore memilih putar balik masuk kembali ke perairan Turki. Salah satu kapal Bora Alize yang ditumpangi jurnalis Republika, Bambang Noroyono bersama sekitar 30-an kapal-kapal lainnya memilih lepas sauh di Teluk Antalya sejak Jumat (15/5/2026) malam.
Sementara Kapal Ozgurluk yang ditumpangi jurnalis Republika Thoudy Badai memilih lepas jangkar di dekat Kepulauan Kastellorizo, Yunani. Kapal-kapal kemanusian itu lepas jangkar untuk istirahat dan pemulihan tanpa sandar ke daratan. Sejak pelayaran hari pertama dari Pelabuhan Marmaris, pada Kamis (14/5/2026) sore, 54 kapal-kapal Global Sumud Flotilla memang sudah mulai merasakan perubahan cuaca yang signifikan selama berlayar ke perairan internasional.
Sepanjang Kamis (14/5/2026) malam, angin kencang dan badai di perairan keluar Turki selatan membuat ombak tinggi. Di Kapal Bora Alize yang menampung sembilan peserta pelayaran mengalami kerja keras untuk tetap bertahan dalam keadaan kapal yang bergoyang-goyang keras melawan ombak dan angin. Semua peserta pelayaran dalam Kapal Bora Alize mengalami mabuk laut, dan muntah sedikitnya dua kali setiap orang.
Sepanjang Jumat (15/5/2026) keadaan pun tak reda. Para peserta pelayaran dalam keadaan yang belum pulih benar dari kondisi pusing akibat mabuk laut. Namun kapal-kapal tetap maju berlayar dalam keadaan masih dihantam situasi angin kencang dan ombak tinggi. Beberapa kapal yang sudah berhasil memasuki perairan internasional, pada Jumat (15/5/2026) sore terpaksa masuk kembali ke perairan Turki.
Dari komunikasi dan panduan tim darat Global Sumud Flotilla, armada kemanusian itu dituntun untuk mencari kawasan teluk yang dapat menghindari dari keadaan angin yang semakin kencang, dan ombak laut yang semakin ganas. Karena itu, armada membagi dua kelompok kapal-kapal untuk mengambil tempat di perairan-perairan tenang untuk berlindung, dan membenahi keadaan.
Kelompok pertama kapal-kapal berlindung di Teluk Kastellorizo, Yunani. Sementara mayoritas kapal-kapal kemanusian lainnya memilih Teluk Antalya untuk berlindung. Sejak Sabtu (16/5/2026) dini hari, kapal-kapal kemanusian lempar jangkar untuk istirahat di perairan tenang, sekaligus konsolidasi keadaan. Para kru kapal dan seluruh partisipan juga saling membantu untuk memperbaiki keadaan dalam kapal yang sempat berantakan karena kondisi keras goyangnya kapal.
Para kru dan partisipan juga saling membantu untuk mengecek kondisi kapal, dan layar-layar, serta jaringan komunikasi. Dan para teknisi khusus, juga akan memulai pengecekan mesin-mesin kapal untuk memastikan tetap prima. Karena direncanakan, kapal-kapal kemanusian itu akan kembali berlayar keluar perairan Turki untuk masuk ke perairan internasional untuk melanjutkan misi menembus blokade Gaza.

3 hours ago
1











































