785 aparat gabungan bersiaga amankan aksi massa tolak Freeport.
REPUBLIKA.CO.ID, NABIRE, – Sebanyak 785 personel aparat gabungan dari TNI-Polri bersiaga di Nabire untuk mengamankan aksi massa yang menolak operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 7 April 2026. Kapolres Nabire, Samuel D Tatiratu, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan terkait aksi demonstrasi tersebut.
Kapolres Nabire menegaskan bahwa meskipun Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) untuk aksi massa ini ditolak karena tidak memenuhi persyaratan formil dan kurangnya kerja sama dari penyelenggara, aparat tetap mengambil langkah preventif maksimal. Aparat akan mengawal penyampaian aspirasi masyarakat dengan ketat.
Koordinator lapangan dalam surat penyampaian menggunakan nama samaran dan tidak mencantumkan jumlah peserta aksi. Meskipun demikian, aparat gabungan TNI-Polri tetap berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Dalam aksi tersebut, para pemuda dan mahasiswa dilarang melakukan aksi long march jarak jauh. Kapolres menekankan bahwa aspirasi harus disampaikan di tempat yang telah ditentukan dalam surat, yaitu Kantor DPRP Papua Tengah. Untuk itu, pengamanan ekstra disediakan di lima titik kumpul massa guna mencegah potensi gangguan keamanan.
Selain itu, aparat keamanan juga telah menyiapkan dua truk untuk mengangkut massa menuju DPRP Papua Tengah. Hal ini dilakukan untuk mencegah gejolak keamanan, mengingat warga Nabire sudah trauma dengan gesekan yang sering terjadi saat long march.
Samuel D Tatiratu menambahkan bahwa dalam mengamankan aksi demonstrasi, semua personel harus mematuhi prosedur tetap (protap) dan standar operasional prosedur (SOP), serta menjunjung tinggi profesionalisme. "Kita memberikan pelayanan terhadap penyampaian aspirasi ini sehingga wajib bagi aparat untuk memiliki rasa sabar yang besar," ujarnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
2









































