Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
26 March 2026 13:30
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 80% dari volume perdagangan internasional barang diangkut melalui jalur laut, dan persentasenya bahkan lebih tinggi bagi sebagian besar negara berkembang.
Mengingat besarnya peran tersebut maka perusahaan perkapalan juga menjadi sangat penting.
Seiring dengan penyesuaian makroekonomi dan dinamika geopolitik, pergerakan valuasi perusahaan pelayaran menjadi indikator esensial dalam mengukur prospek volume perdagangan antarnegara di tengah gejolak saat ini.
Berdasarkan kapitalisasi pasar (market cap), sepuluh perusahaan pelayaran terbesar di dunia saat ini merepresentasikan kekuatan ekonomi dari kawasan Asia Timur dan Eropa. Skala operasi armada mereka memiliki korelasi langsung terhadap stabilitas rute logistik dan tarif kargo laut global.
Kinerja Harga dan Kapitalisasi Pasar Terkini
Mengacu pada data pasar yang dikonversi ke dalam dolar Amerika Serikat (USD), A.P. Møller - Mærsk A/S memimpin klasemen dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 37,68 miliar. Posisinya dibuntuti ketat oleh raksasa asal Tiongkok, COSCO Shipping, serta emiten asal Jerman, Hapag-Lloyd, yang masing-masing memiliki valuasi puluhan miliar dolar.
Berikut adalah rincian kapitalisasi pasar dan harga saham dari 10 emiten perkapalan terbesar di dunia:
Kinerja Pertumbuhan Sektor Maritim
Jika ditarik mundur untuk melihat tren jangka menengah, kinerja saham kesepuluh emiten ini sepanjang satu tahun terakhir (25 Maret 2025 hingga 25 Maret 2026) menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam dan beragam.
Hal ini merefleksikan respons pasar terhadap efisiensi operasional masing-masing perusahaan serta dampak dari perubahan rute pelayaran internasional.
SITC International (1308.HK) mencatatkan lonjakan apresiasi tertinggi di antara kelompok ini, melesat sebesar 72,14% secara tahunan. Maersk (MAERSKb.CO) turut membukukan pertumbuhan yang solid dengan kenaikan harga saham sebesar 37,77%.
Tren positif juga diikuti oleh Orient Overseas (0316.HK) yang naik 21,55%, Kawasaki Kisen Kaisha (9107.T) naik 20,00%, dan Mitsui O.S.K. Lines (9104.T) yang menguat 18,94%.
Sementara itu, Nippon Yusen (9101.T) dan COSCO Shipping (601919.SS) mencatatkan pertumbuhan yang lebih moderat, masing-masing sebesar 8,40% dan 3,48%.
Di sisi lain, terdapat tiga emiten yang mengalami koreksi harga dalam setahun terakhir. Evergreen Marine (2603.TW) terkoreksi paling dalam sebesar -10,24%, disusul oleh Hapag-Lloyd (HLAG.DE) yang melemah -5,29%, dan HMM (011200.KS) dengan penurunan sebesar -3,02%.
Perbedaan kinerja fundamental di bursa ini mengindikasikan bahwa meskipun berada pada industri makro yang sama, eksposur terhadap rute pelayaran spesifik, manajemen kapasitas armada, serta strategi pengelolaan biaya operasional memberikan dampak yang sangat berbeda terhadap valuasi tiap perusahaan.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google














































