Wamenag: Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren Sudah Diteken

7 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sudah ditandatangani.

"Perpres tentang Direktorat Jenderal Pesantren sudah ditandatangani. Saat ini sedang dalam tahap telaah di Sekretariat Umum untuk segera diundangkan ke dalam Lembaran Negara," kata Syafi'i mengutip website Kemenag, Jumat (3/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya kehadiran Ditjen Pesantren adalah sebuah keniscayaan, mengingat besarnya populasi pesantren, jumlah santri, hingga peran strategis para kiai bagi bangsa ini.

Ia menjelaskan dalam rancangan organisasi yang tengah dimatangkan, Ditjen Pesantren diproyeksikan memiliki lima direktorat strategis.

Pertama, Direktorat Pendidikan Muadalah, Diniyah Formal, dan Kajian Kitab Kuning, lalu Direktorat Pendidikan Ma'had Aly, Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Quran, Direktorat Pemberdayaan Pesantren, serta Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren.

"Struktur ini dirancang sedemikian rupa agar kerja Ditjen Pesantren bisa maksimal. Jika salah satu unsur ini tidak ada, maka gerak organisasi akan pincang dalam melayani kebutuhan pesantren yang sangat kompleks," ujarnya.

Selain struktur, Wamenag juga memberikan perhatian khusus pada aspek sumber daya manusia (SDM) yang akan mengisi posisi di unit baru ini.

Ia mengingatkan proses rekrutmen personel segera dipersiapkan agar operasional ditjen dapat langsung berjalan cepat tanpa kendala teknis.

Syafi'i meminta posisi-posisi kunci diisi oleh figur yang memiliki pengalaman empiris di dunia pesantren

"Untuk urusan kurikulum dan pengasuhan asrama, harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar memahami 'ruh' pesantren. Sementara untuk bidang seperti pemberdayaan, kita bisa melibatkan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya," katanya.

(yoa/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research