REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki bulan Ramadhan 2026, pola perilaku konsumen di Indonesia mengalami transformasi signifikan. Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, mengungkapkan bahwa lonjakan aktivitas belanja online kini bergeser ke waktu-waktu spesifik yang berbeda dari hari biasa.
Jika biasanya masyarakat aktif berbelanja saat jam kantor, kini grafik transaksi justru mencapai puncaknya (spike) pada jam 3 pagi saat sahur dan kembali melonjak pada jam 7 malam setelah berbuka puasa.
Antusiasme menyambut bulan suci ini sebenarnya telah terasa bahkan sebelum Ramadhan tiba. Masyarakat mulai gencar mempersiapkan kebutuhan pokok untuk memasak, memperbarui peralatan dapur, hingga membeli barang elektronik.
Begitu memasuki bulan puasa, tren bergeser pada produk fashion dan kecantikan sebagai upaya mempercantik diri, serta kebutuhan personal care yang tetap menjadi primadona di keranjang belanja digital.
Untuk momen Lebaran, persiapan masyarakat melangkah lebih jauh ke arah peningkatan gaya hidup. Lazada mengantisipasi adanya lonjakan pencarian produk elektronik besar seperti televisi dan ponsel pintar dengan harga terjangkau. Hal ini didorong oleh momentum turunnya gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang berdekatan, sehingga konsumen mulai aktif memburu promosi gadget untuk memperbarui perangkat mereka.
Merespons tingginya kebutuhan tersebut, platform e-commerce meluncurkan berbagai strategi untuk memudahkan konsumen, seperti program Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale. Berbagai fasilitas ditawarkan, mulai dari cicilan 0 persen, instalasi gratis, hingga voucer diskon jutaan rupiah. Tak hanya itu, aspek perlindungan konsumen juga diperkuat melalui layanan customer service yang cepat dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu jenama lokal meningkatkan penjualannya.
Di sisi lain, efisiensi biaya transaksi menjadi perhatian penting bagi para figur publik, termasuk penyanyi King Nassar. Dalam acara Gebyar Ramadhan 2026 di Jakarta, Selasa, Nassar menekankan pentingnya menggunakan dompet digital yang menawarkan bebas biaya administrasi. Baginya, setiap rupiah yang dihemat dari biaya admin sangat berarti untuk menjaga pengeluaran agar tidak berlebihan di tengah jadwal pekerjaan yang padat selama bulan puasa.
Nassar merasakan langsung manfaat teknologi finansial ini, baik saat memesan makanan di sela pekerjaan maupun dalam menjalankan operasional bisnis hariannya. Akses pembayaran yang praktis dan gratis biaya transaksi tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga rasa aman dan efisien dalam mengelola keuangan pribadi maupun usaha di tengah hiruk-pikuk kegiatan Ramadhan.
Selain urusan belanja pribadi, momen buka bersama (bukber) sering kali menjadi tantangan dalam hal pembagian tagihan. Nassar bercerita bahwa kini ia terbantu dengan fitur otomatisasi pada aplikasi dompet digital. Cukup dengan memotret struk pembayaran, sistem akan menghitung secara otomatis nominal yang harus dibayar oleh setiap orang berdasarkan menu yang mereka pilih, lalu mengirimkan notifikasi tagihan langsung ke ponsel masing-masing rekan yang hadir.
sumber : Antara

9 hours ago
2













































