Titah Perdana Mojtaba Khamenei: Kuasai Selat Hormuz, Musnahkan Pangkalan AS, dan Ajak Arab Bersatu

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Wali Agung Republik Islam Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyampaikan perintah pertamanya sebagai Pemimpin Tertinggi negara tersebut, Kamis (12/3/2026). Melalui pesan tertulis yang disiarkan melalui saluran resmi di Teheran, Mojtaba Khamenei memerintahkan agar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tetap menutup Selat Hormuz selama perang perlawanan balasan terhadap Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung.

“Pemblokiran (penutupan) Selat Hormuz harus tetap dilakukan,” begitu perintah Mojtaba yang dikutip dari kanal Telegram resmi kantor berita Iran, IRNA News Agency, Kamis (12/3/2026).

Mojtaba juga memerintahkan militer, maupun pejabat-pejabat di Iran, untuk terus melakukan pembalasan terhadap AS dan Zionis. Termasuk kata dia, pembalasan melalui penyitaan aset-aset milik AS dan Zionis sebagai kompensasi atas kehancuran yang dilakukan dua agresor itu terhadap Iran.

“Kami akan memperoleh kompensasi dari perbuatan musuh dengan cara apapun yang akan dilakukan. Jika mereka melawan, kami akan menyita aset-aset mereka sejauh yang kami anggap pantas. Jika yang seperti itu tidak memungkinkan, kami akan menghancurkan aset-aset mereka secara setara,” kata Mojtaba.

Selanjutnya, titah ketiga yang disampaikan Mojtaba menjawab atas kritik, maupun tudingan negara-negara Teluk Arab yang terkena dampak langsung atas perang perlawanan yang dilakukan Iran terhadap Zionis-AS.

Ketiga, Mojtaba menegaskan agar pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan harus dibumihanguskan.

“Semua pangkalan AS harus ditutup, atau kami akan terus menyerang mereka,” ujar dia.

Mojtaba juga menyampaikan, Iran tak pernah mencari permusuhan dengan negara-negara di Teluk Arab. Negara-negara Arab, kata Mojtaba merupakan negara karib, sekaligus tetangga yang baik. Iran, kata dia, tak pernah sekalipun berambisi untuk mendominasi kepentingan terhadap negara-negara Arab.

Mojtaba menawarkan persatuan politik dengan negara-negara Arab untuk menghadapi musuh yang sama. “Republik Islam Iran, tidak mencari dominasi atau menjadi kolonial di kawasan ini. Kami sepenuhnya siap, dan mengajak untuk persatuan dan hubungan yang sangat baik, dan hangat, saling menguntungkan dengan semua negara-negara tetangga (Arab),” ujar Mojtaba.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research