Tiga Anggota Tim Sepakbola Iran Akhirnya Pilih Pulang Kampung daripada Suaka di Australia

8 hours ago 3

Para anggota tim nasional sepak bola putri Iran tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia, 11 Maret 2026. Setidaknya lima rekan setim mereka telah diberikan suaka di Australia, sementara anggota skuad Iran lainnya telah memulai transit melalui Malaysia, setelah tim tersebut tersingkir dari Piala Asia Wanita AFC.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Tiga anggota tim sepak bola wanita Iran memilih untuk meninggalkan Australia dan kembali ke Teheran. Mereka meninggalkan sejumlahrekan-rekan setim yang mencari suaka usai bermain di Piala Asia Wanita.

Menteri Dalam Negeri, Tony Burke, mengatakan pada Ahad pagi bahwa ketiganya telah memutuskan untuk bergabung dengan anggota tim lainnya di Iran, setelah diberikan visa perlindungan khusus untuk tinggal di Australia. Keputusan ini berarti hanya tiga dari tujuh anggota tim yang mencari suaka yang akan tetap tinggal.

Para pemain Mona Hamoudi, Zahra Sarbali, dan seorang anggota staf pendukung tim dilaporkan meninggalkan Australia pada Sabtu malam menuju Kuala Lumpur di mana mereka bertemu dengan anggota tim lainnya yang kembali ke Teheran.

Dilansir the Guardian, tim tersebut sempat dicap sebagai 'pengkhianat di masa perang' setelah para pemain menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan negara tersebut sebelum pertandingan di turnamen tersebut.

Nasib mereka menarik perhatian internasional dan bahkan seruan dukungan dari presiden AS, Donald Trump, pekan lalu, di tengah meningkatnya perang di Timur Tengah.

“Setelah memberi tahu para pejabat Australia bahwa mereka telah membuat keputusan ini, para pemain diberi kesempatan berulang kali untuk membicarakan pilihan mereka,” kata Burke dalam sebuah pernyataan.

“Meskipun Pemerintah Australia dapat memastikan bahwa kesempatan tersebut diberikan dan dikomunikasikan, kami tidak dapat menghilangkan konteks di mana para pemain membuat keputusan yang sangat sulit ini.”

Burke mengatakan pemerintah Australia telah melakukan segala yang mungkin untuk memastikan para wanita tersebut diberi kesempatan untuk masa depan yang aman di Australia.

Kantor Berita Tasnim Iran mengatakan tiga orang terakhir yang meninggalkan Australia adalah dua pemain dan seorang anggota staf pendukung. "Ketiganya kembali ke pelukan hangat keluarga dan tanah air mereka”, kata kantor berita itu dalam sebuah pernyataan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research