Tenaga profesional aviasi Indonesia.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 12 tenaga profesional Indonesia diberangkatkan untuk terlibat dalam proyek pemeliharaan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO) di Arab Saudi pada 2–3 Februari 2026. Keterlibatan tenaga ahli tersebut menjadi penanda meningkatnya kepercayaan industri aviasi internasional terhadap kompetensi sumber daya manusia Indonesia, sekaligus memperluas kontribusi tenaga profesional nasional di sektor penerbangan global.
Para tenaga profesional tersebut akan bertugas sebagai cabin technician dalam proyek pemeliharaan pesawat yang dijalankan oleh Regent Aerospace Corporation pada fasilitas MRO di Arab Saudi. Kehadiran teknisi dari Indonesia dalam proyek tersebut menunjukkan bahwa keahlian tenaga kerja nasional mampu memenuhi standar industri penerbangan internasional yang menuntut ketelitian, profesionalisme, serta kompetensi teknis yang tinggi.
Pengiriman tenaga profesional tersebut difasilitasi oleh PT Garuda Daya Pratama Sejahtera, perusahaan penyedia layanan business process outsourcing (BPO) yang merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group. Perusahaan tersebut terus memperkuat strategi bisnis melalui pengembangan layanan berbasis kompetensi tinggi sekaligus memperluas kerja sama internasional.
Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera Cornelis Radjawane mengatakan, keterlibatan tenaga profesional Indonesia dalam proyek internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan layanan penyediaan tenaga kerja dengan spesialisasi tinggi.
Menurut Cornelis, pengiriman tenaga profesional ke proyek MRO di Arab Saudi memperlihatkan bahwa sumber daya manusia Indonesia memiliki kualitas, kompetensi, dan integritas yang mampu bersaing di industri aviasi global. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia tenaga profesional dengan keahlian khusus di sektor penerbangan.
Ia menambahkan bahwa pengembangan pasar internasional dilakukan secara terukur melalui kolaborasi proyek dan kerja sama lintas negara. Strategi ini juga sejalan dengan transformasi perusahaan sebagai penyedia layanan BPO berbasis teknologi yang adaptif terhadap dinamika industri global.
Selain proyek di Arab Saudi, perusahaan itu juga mempersiapkan keterlibatan tenaga profesional Indonesia dalam sejumlah proyek industri aviasi di berbagai negara, antara lain Korea Selatan, India, dan Singapura.
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas peluang kolaborasi internasional melalui penyediaan tenaga profesional dengan kompetensi tinggi di berbagai sektor industri. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi perusahaan di pasar global, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk berkontribusi dalam berbagai proyek strategis di tingkat internasional.
sumber : Antara

8 hours ago
4













































